IBC, JAKARTA – Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat terkait pembangunan gedung Labor Olah Raga dinilai Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Monitoring Development (IMD) telah merugikan negara sebesar Rp 18 Miliar.

Mengenai hal itu, Direktur Eksekutif IMD, Raden Adnan beberapa waktu lalu telah melaporkan perkara tersebut kepada lembaga Anti Rasuah (KPK), yang juga ditembuskan, salah satunya kepada Dewan Pengawas KPK.  

Menurut Adnan dalam video callnya dengan redaksi IBC melalui Whatsapp, bahwa laporannya ke KPK mendapat respon dari Dewan Pengawas KPK. Terbukti dengan Dewan Pengawas KPK telah membalas surat laporan dari Indonesian Monitoring Development.

Adapun surat balasan Dewan Pengawas KPK tersebut, dengan Nomor Surat, B-3408/PM.00/58/07/2020, perihal “Laporan Pengaduan Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Pembangunan Gedung Labor Olahraga Universitas Negeri Padang Tahun 2019 yang merugikan Keuangan Negera sebesar Rp 18.339.709.500”. Ditandatangani oleh Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi, Artidjo Alkostar, tertanggal 16 Juli 2020.

“Iya itu, dewan pengawas KPK dalam suratnya mengatakan, mereka telah menerima dan melakukan klarifikasi kepada unit kerja terkait di KPK yang menangani permasalahan yang telah disampaikan,” ungkap Adnan menggambarkan isi surat Dewan Pengawas KPK kepada redaksi, Sabtu 25 Juli 2020. 

Selain itu lanjut pria berprofesi dosen ini juga menuturkan, bahwa Dewan Pengawas KPK yang masih dalam suratnya menyampaikan, KPK saat ini sedang melakukan proses penelahaan lebih lanjut untuk mengetahui subtansi kasus, baik secara formil dan materiil.

“Surat balasan pak Artidjo Alkostar point keduanya menjelaskan mengenai laporan kami, salah satunya KPK sedang menelaah atas dugaan kasus itu,” ujar Adnan.

Semoga ini kedepannya, kata Adnan, lebih cepat diproses oleh KPK, sebab imbuhnya persoalan korupsi dalam dunia pendidikan tidak boleh dibiarkan. Apalagi papar Adnan, bukti-bukti dugaan korupsi UNP telah lengkap, baik saat awal pelaporan dan bukti-bukti yang telah ia tambahkan.   

Penulis : ZK|Editor : SD