IBC, JAKARTA – Indonesia memiliki eksposure matahari dan kelembaban yang tinggi, berbeda dengan Amerika dan Eropa yang memiliki musim dingin dan udara kering sehingga menyebabkan penyebaran Corona terjadi di ruang terbuka.

“Maka, pemerintah harus melakukan pengukuran dengan memanfaatkan pengetahuan dan teknologi untuk memastikan penyebaran virus apakah di ruang terbuka atau tertutup. Sehingga kebijakan bisa efektif dan terarah,” ungkap Aria Bima dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jun’at (11/9/2020).

Aria mengatakan di ruang AC dan kering / lembab yang tidak masuk sinar matahari secara langsung, perlu dilakukan treatment khusus seperti membuka jendela untuk memberikan ruang sinar matahari masuk.

Dirinya menambahkan bisa juga menggunakan sinar ultravolet ringan seperti yang dilakukan di Jerman seperti fasilitas bandara, hotel, perkantoran, dan lain-lain.

“Untuk kantor-kantor bisa bekerja dengan memanfaatkan ultraviolet atau jendela yang terbuka mendapatkan paparan matahari.” katanya.

Politisi PDI P ini menyampaikan peralatan medis impor harus diawasi dan diperiksa validasi dan kualitas obat dan peralatannya sesuai dengan yang diharapkan dan dapat dipertanggungjawabkan ke publik, agar kepercayaan publik terjaga.

“Karena itu, lembaga yang memiliki wewenang tersebut harus diaudit dan diverifikasi oleh suatu lembaga kesehatan yang memiliki otoritas sehingga ada check and balances untuk saling korektif,” tutur Aria.

Selanjutnya >>>