Direktur Utama BP Jamsostek dan jajarannya diduga melanggar protokol kesehatan, bahkan Mahasiswa menanyakan dari mana sumber dana yang digunakan untuk penyelenggaraan olah raga mendayung (Paddling) di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

IBC, JAKARTA – Aksi unjuk rasa dari Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Mahasiswa Islam (LBH-HMI) di gedung BPJS Ketenagakerjaan, Gatot Subroto, Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu, untuk meminta klarifikasi kepada pihak Direksi BPJS Ketenagakerjaan terkait adanya dugaan pelanggaran protokoler kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pasalnya menurut Ketua Umum LBH HMI, Azhar Djulkarnain melalui selular pribadinya, Sabtu (12/9/2020), bahwa pihak BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan kegiatan Paddling (Olah Raga Mendayung) di Kepulauan Seribu, Jakarta dimasa pandemi Covid-19, apalagi terangnya hal itu tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Kami mendapatkan informasi dari media-media bahwa Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dan jajarannya telah melanggar protokol kesehatan, makanya kami unjuk rasa di gedung mereka untuk meminta klarifikasi dan penjelasan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan terkait acara yang mereka selenggarakan,” ujar Azhar.

Direktur Utama BP Jamsostek beserta jajaran di Kepulauan Seribu, 5 September 2020. Foto : Dok|IBC.

Bahkan papar Azhar, di dalam foto yang mereka terima dari berbagai media, jajaran direksi BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) terlihat tegas tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak (Phisical Distancing).

Dalam unjuk rasa tersebut juga dikatakan Azhar, pihaknya diterima oleh Hubungan Masyarakat (Humas) BPJS Ketenagakerjaan, namun kata dia, penjelasan dari pihak Humas BPJS Ketenagakerjaan tidak memuaskan apa yang menjadi tuntutan pihaknya.

“Saat diterima kami tidak mendapatkan jawaban yang berarti dari pihak Humas BPJS Ketenagakerjaan. Kami juga minta ke mereka untuk memberikan pernyataan, bahwa mereka tidak bersalah. Tapi sampai hari ini pernyataan dari mereka enggak ada juga,” ungkap Azhar.

Selain itu LBH HMI pun menanyakan berasal dari mana dana untuk penyelenggaraan acara tersebut. Karena pihaknya menduga dana penyelenggaran Paddling menggunakan anggaran BPJS Ketenagakerjaan. Namun kata Azhar, pihak BPJS TK menyangkalnya.

“Kami juga menanyakan dari mana asal uang penyelenggaraan acara itu, ya mereka jawabnya dan menyangkal kalau dana itu menggunakan anggaran BPJS TK, pihak BPJS ngakunya menggunakan dana pribadi masing-masing,” tutup Azhar.

Untuk diketahui, seperti dilansir dari akuratnews.com, Minggu 6 September 2020, bahwa Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan yang sekarang menjadi BP Jamsostek, asik ria ditengah pandemi Covid-19 bermain Paddling (Padle) melintasi Pulau Bira, Macan, Kayu Angin dan Dolphin Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, (5/9/2020).

Penulis : DR|Editor : MAS
Foto : Dok|IBC