Dengan tegas Samuel menyampaikan ini pentingnya melakukan restart politik untuk mengembalikan pemilihan presiden ke MPR dan Kepala Daerah ke DPRD, serta UUD 1945 asli menjadi acuan dasar dalam rekonstruksi sistem ketatanegaraan kita.

“Presiden dipilih MPR dan Kepala Daerah dipilih DPR bukan berarti kembali ke masa lalu, tapi kembali memikirkan sistem demokrasi yang ideal, murah dan tidak saling memecah belah,” tuturnya tegas.

Selanjutnya Samuel menjelaskan kita sering berpikir sistem itu adalah sistem yang melahirkan otoritarianisme, padahal yang otoriter itu adalah rezim dan bukan sistem.

“Contohnya sekarang, demokratis, tapi apakah tidak otoriter dalam berbagai kebijakan. Belum lagi pembagian kekuasaan akibat sistem ini, serta biaya mahal, sehingga negara harus meminjam uang terus hanya untuk pesta sehari memilih pemimpin,” jelasnya.

Lulusan Pasca sarjana Jayabaya ini menuturkan restart politik yang saya maksud perlu didiskusikan secara tenang, objektif dan imparsial.

“Jika restart politik bisa diperdebatkan secara elegan, kritis, objektif dan imparsial serta mempertimbangkan situasi politik masa depan dengan tantangan global, maka kunci utamanya adalah konsolidasi nasional berbasis persatuan yakni persatuan nasional,” tutur Samuel.

Lebih lanjut Samuel menegaskan kembali ini perlu kita renungkan bersama, apakah demokrasi ini menjadi solusi dari masalah kebutuhan rakyat saat ini atau menjadi penyebab dari berbagai masalah?

Selanjutnya >>>