IBC, JAKARTA – Sindiran Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rahman terhadap pejabat DKI Jakarta melalui akun twitternya Minggu 13 September 2020, juga mendapat tanggapan dari Relawan Jokowi, yang menganggap Fadjroel tidak mumpuni sebagai Juru Bicara Presiden.

Pasalnya menurut Ketua Umum Forum Bhinneka Indonesia (Forbin), Karlina Puspa, Fadjroel Rahman selaku Jubir mengunggah sindirannya ditujukan ke pejabat DKI merupakan sikap pribadinya. “Jadi jangan dikaitkan dengan presiden Jokowi,” ujar yang karib dipanggil Nana ini.

Sebab lanjut Nana, Fadjroel merupakan pejabat publik yang pasti menjadi sorotan, “jadi memang harus berhati-hati mengunggah pernyataan di media sosial. Fadjroel harus bisa membedakan mana tugas negara dan yang mana sikap pribadinya. Jadi menurut saya apa yang dilakukan Fadjroel merupakan tindakan pribadinya, bukan mewakili istana atau presiden Jokowi,” tegas dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2020).

Seharusnya sebagai jubir sambung Nana, ia memiliki tugas pokok sebagai corong Presiden Jokowi. Karena konteksnya, tugas jubir memang bagian inti dari presiden. “Dan saya yakin Fadjroel paham fungsi dan tugasnya sebagai jubir,” sindir Nana.

Selain itu, ia juga menyikapi ketidakmampuan Fadjroel Rahman mengemban tugas sebagai seorang Juru Bicara, banyak isu dan serangan yang ditujukan kepada presiden Jokowi, namun kata wanita ini justru Fadjroel tidak mampu meredamnya.

“Padahal dia harus menjadi bumper presiden, lapis dada presiden untuk mencounter hal-hal terkait kebijakan presiden. Tapi sepertinya Fadjroel enggak mampu untuk itu,” imbuh Nana.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar Fadjroel Rahman diganti dengan yang lebih militan, cerdas, lincah dalam membaca situasi politik atau lebih baiknya Fadjroel mundur.

“Untuk itu saya sarankan Fadjroel sebaiknya mundur secara gentle supaya enggak jadi beban presiden Jokowi dan publik,” tutup Karlina Puspa.

Penulis : AI|DB