IBC, JAKARTA – Terpilihanya Bupati Kabupaten Tangerang, Banten, Ahmed Zaki Iskandar sebagai Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Periode 2020-2025 secara aklamasi sebagai petanda baik, pasalnya menurut Pengamat Sosial Politik, Akhrom Saleh, Golkar sangat jeli melihat situasi politik kekinian.

Menurutnya, terpilihnya Zaki sebagai Ketua Golkar DKI Jakarta secara aklamasi tanpa hambatan apapun merupakan kedewasaan para kader Golkar dalam berpolitik.

“Kader-kader Golkar paham betul, bahwa Zaki memang mumpuni berdasarkan track recordnya yang baik. Jadi saya kira terpilihnya Zaki secara aklamasi bukanlah tanpa alasan. Kader Golkar sangat dewasa dan jeli melihat situasi politik kekinian,” ujar Akhrom, saat ditemui disalahsatu Cafe di Tangerang Selatan, Kamis (17/9/2020).

Lalu kemudian saat redaksi menanyakan tanggapannya dengan terpilihnya Zaki sebagai Ketua Golkar DKI Jakarta hal itu sebagai petanda Golkar akan mengusung Zaki untuk maju dalam pemilihan gubenur DKI Jakarta tahun 2022?

“Ya itulah seperti yang saya sampaikan tadi, bahwa kader Golkar paham dengan situasi politik kekinian. Jadi itu sangat bisa terjadi meskipun kita masih terlalu dini untuk bicara pilgub dki. Tapi kalau bicara persiapan tentu menurut saya kader-kader golkar cukup cerdas jauh-jauh hari sudah mempersiapkan kadernya,” jelas pria yang juga pimpinan media ini.

Selain itu Akhrom juga menambahkan, bahwa sejarah politik di Kabupaten Tangerang untuk dua periodenya Ahmed Zaki Iskandar melawan kotak kosong. Artinya papar Akhrom, hal itu fakta komunikasi yang baik dari Zaki dengan partai politik pengusung dan pendukung.

“Ya jujur memang banyak kalangan khawatir Zaki justru kalah melawan kotak kosong, hanya kekhawatiran pihak-pihak tertentu itu enggak terbukti. Dan setahu saya malahan Zaki menang telak,” terang pria yang pernah mendorong Internet Masuk Desa tahun 2008 di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang ini.

Hal itulah imbuh Akhrom, sebagai kepiawaian Ahmed Zaki dalam ber-komunikasi politik dengan para pimpinan partai politik. “Saya kira pak Zaki sudah membuktikan bahwa komunikasinya sangat baik dengan partai politik lokal. Bahkan bukan cuma parpol yang mendukung, dan faktanya rakyat juga mendukung dan memilih beliau untuk melanjutkan sebagai Bupati 2 periode,” kata Akhrom.

Kembali kepada pertanyaan redaksi awal, apabila benar Bupati Kabupaten Tangerang maju dalam Pilgub DKI tahun 2022 mendatang, apakah pak Ahmed Zaki dapat menandingi dan mengalahkan Petahana, Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan?

“Saya tidak mau spekulasi, apakah pak Zaki dapat mengalahkan petahana, tapi faktanya petahana di DKI Jakarta selalu kalah tidak pernah dua periode sejak pemilihan langsung oleh rakyat. Tapi yang pasti politik itu dinamis, semua dapat saja berubah, apalagi janji-janji politik petahana semasa kampanye tidak ditepati. Artinya warga DKI bisa aja kecewa. Nah yang paling penting, pak Zaki adalah Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, jadi menurut saya pak Zaki sudah punya modal dasar untuk maju sebagai Gubernur DKI,” tutur yang karib dipanggil Doni ini.

Terakhir, menurut informasi yang dihimpun redaksi, Ahmed Zaki Iskandar masih keturunan arab, apakah hal itu untuk menandingi petahana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang juga memiliki keturunan Arabnya?

“Sebenarnya saya tidak ingin masuk dalam persoalan pribadi, atau bibit, bebet dan bobot, masalahnya kita sudah ada pengalaman pada pilgub tahun 2017 yang lalu, politik SARA hampir memecah belah kita sebagai anak bangsa. Jadi saya kira bukan itu persoalan di DKI Jakarta sekarang ini,” tutur pria yang pernah menerbitkan buku berjudul “Membangun Dengan Nurani Kabupaten Tangerang” tahun 2008 ini.

Menutup keterangannya, ia mengatakan bahwa Ahmed Zaki Iskandar saat bertemu dengannya sejak tahun 2008 hingga terakhir bertemu ditahun 2019 yang lalu, Bupati Tangerang sangat dekat dengan rakyat.

“Tapi ini saya tidak subjektif ya, seolah-olah tidak berimbang dalam berpendapat. Tapi memang saya pernah bertemu beberapa kali dengan beliau, baik pada Pileg tahun 2008, dan tahun 2019 kemarin saat beliau telah menjabat sebagai bupati 2 periode. Nah saya menilai dengan pancaran matanya menatap lawan bicara terlihat kalau beliau sangat baik komunikasinya dengan orang yang sedang berbincang dengannya,” sambung Akhrom.

“Bagi saya itu bentuk penghargaan terhadap orang atau warga yang sedang berhadapan dengan pak Zaki. Hanya itu kan secara sikologis ya,” tutup Akhrom.

Penulis : PR|YES
Foto : Tangerang News