IBC, BOGOR – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Dharma Andigha melakukan adaptasi pembelajaran mahasiswa di kampus. Salah satunya adaptasi kuliah perdana bagi mahasiswa baru yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan.

Menurut Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STIH Dharma Andigha, Sugianto, seharusnya ada 150 mahasiswa baru yang mengikuti kuliah perdana, pada  Sabtu (19/09/2020). “Namun karena kita harus menerapkan protokol kesehatan maka kuliah perdana ini terbatas diikuti 20 orang mahasiswa baru , sisanya mengikuti secara online lewat aplikasi zoom meeting,” ungkapnya melalui keterangan resmi tertulisnya yang diterima redaksi, Minggu (20/9/2020).  

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua STIH Dharma Andigha, Dr. Ekodjatmiko, S, drg, SH, M.Kom, MM, MH dalam sambutannya mengatakan, meski perkuliahan masih sangat terbatas, namun tetap terlihat antusiasme mahasiswa dalam kuliah perdana yang bertempat di Aula lantai 3 Kampus STIH Dharma Andigha. Kegiatan ini menjadi bagian penting sebagai awal sosialisasi dunia perkuliahan bagi mahasiswa baru. 

“Selamat datang saya ucapkan kepada mahasiswa baru STIH Dharma Andigha. Meski terhalang covid -19 kita mesti merdeka belajar,” ujar Ekodjatmiko.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa tantangan revolusi industri 4.0 di depan mata ditambah pandemi covid 19 memaksa kita mengubah kebiasaan di berbagai sendi kehidupan termasuk pembelajaran.

Kuliah daring (online) merupakan metode pembelajaran yang dapat kita lakukan saat ini, sambung Eko, supaya tetap merdeka memperoleh ilmu karena kelas tatap muka tidak memungkinkan dilakukan dan dikhawatirkan bisa menumbuhkan cluster baru penyebaran covid-19.

“Pembelajaran secara online ini juga sejalan dengan Kampus Merdeka yang dicanangkan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam program tersebut mahasiswa didorong untuk mandiri dan proaktif, sehingga dengan adanya kuliah online ini diharapkan mahasiswa semakin mandiri dan aktif dalam menggali ilmu hukum. Tidak cuma ceramah dosen saja tapi banyak sumber yang bisa digali dari layar handphone,” jelasnya. 

Senada dengan Ketua STIH Dharma Andigha, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Raden Adnan, SH, MH juga menyampaikan sosialisasinya dihadapan mahasiswa baru, bahwa ilmu hukum sangat luas pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam kehidupan sehari-hari setiap kita pernah mengalami masalah. Masalah ada karena kurangnya pengetahuan dan untuk menyelesaikannya perlu dipelajari ilmu hukum,” terang dosen yang juga berprofesi sebagai Advokat ini.

Saat memasuki dunia kerja, ilmu hukum juga diperlukan dalam instansi apa saja baik pemerintah maupun swasta. Raden Adnan menjelaskan setiap lembaga/ instansi punya peraturan hukum yang harus dipahami sehingga dapat menjalankan fungsinya sesuai koridor yang ada, dimana hal itu sejalan dengan tema perkuliahan Membiasakan yang Benar, Bukan Membenarkan yang Biasa. 

“Untuk menyesuaikan pembelajaran formal dengan sistem yang biasanya tatap muka sekarang diganti online kampus Dharma Andigha sudah melakukan berbagai persiapan. Aplikasi Zoom Meeting dan berbagai perangkat teknologi sudah disiapkan kampus sehingga pembelajaran daring nanti terlaksana secara maksimal sehingga komunikasi dosen dan mahasiswa menjadi interaktif tanpa terhalang jarak,” jelas Raden lagi. 

Kuliah perdana tatap muka yang sangat terbatas ini rupanya sangat menarik bagi sebagian besar mahasiswa baru. Karena tatap muka merupakan kesempatan yang sangat langka di tengah situasi pandemi ini. 

Icha Puspa, salah seorang mahasiswi baru mengaku merasa sangat bersemangat mengikuti ceramah dari dosen di kampus STIH Dharma Andigha. “Kesempatan ini tidak boleh disisa-siakan untuk menimba ilmu secara langsung. Karena ke depannya sangat langka sekali untuk bertemu dengan dosen demi mencegah penyebaran covid-19,” ungkapnya. 

Untuk pembelajaran secara online ke depannya, Icha mengaku sudah mempersiapkannya. Mulai dari kuota internet, gadget, hingga membaca sendiri buku perkuliahan telah dilakukannya. Ia juga berharap bisa memperoleh kuota internet untuk belajar dari Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sehingga bisa lancar mengikuti Zoom Meeting tanpa khawatir kuota habis tiba-tiba. 

“Seperti yang sudah diungkap Bapak Ketua STIH Dharma Andigha kalau menteri punya program Kampus Merdeka. Di situ kita dituntut lebih aktif belajar. Tidak cuma di kampus tapi juga dalam kehidupan sehari-hari nantinya supaya lebih siap memasuki dunia kerja,” jelas alumni Pesantren Pancasila Kota Bengkulu ini.

Senada dengan Icha, Dermawan yang juga mahasiswa baru di STIH Dharma Andigha mengaku sangat tertarik dengan ilmu hukum. Ia memilih berkuliah S1 Ilmu Hukum di Dharma Andigha karena jadwal kuliahnya tidak mengganggu pekerjaannya sebagai karyawan swasta. 

“Kuliah di Dharma Andigha sangat cocok bagi saya yang juga harus bekerja. Waktunya tidak bersamaan dengan pekerjaan, jadi saat berkuliah pun saya lebih maksimal menyerap ilmunya,” tutupnya.  

Untuk diketahui, dalam Tahun Ajaran baru 2020/2021 kali ini STIH yang berlokasi di Jalan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor ini sudah menerima 150 orang mahasiswa baru. Mahasiswa ini terdiri dari kelas Reguler, P2K (Karyawan), serta kelas Konversi (bagi yang sudah pernah kuliah S-1 bidang lain sebelumnya). 

Penulis : IFL|DB
Foto : Ist