Lebih lanjut Nadiem menegaskan bahwa penghapus mata pelajaran sejarah tidak mungkin ia lakukan mengingat kakeknya merupakan salah satu tokoh perjuangan dalam kemerdekaan Indonesia pada masa 1945.

“Ayah dan ibu saya aktivis nasional untuk membela hak asasi rakyat Indonesia dan berjuang melawan korupsi anak-anak saya tidak akan tahu bagaimana langkah ke masa depan tanpa mengetahui dari mana mereka datang,” tegasnya.

Menurut Nadiem sebagai menteri justru akan melakukan hal sebaliknya, ingin menjadikan mata pelajaran sejarah menjadi suatu hal yang relevan untuk generasi muda dengan menggunakan media yang menarik.

“Identitas generasi baru yang nasionalis hanya bisa terbentuk dari suatu collective memory yang membanggakan dan menginspirasi,” tandasnya.

Liat videonya di Channel Youtube kami:

Penulis : FA | Editor : YES