IBC, JAKARTA – Dalam mencermati perkembangan penanggulangan pandemi Covid-19, Nahdlatul Ulama (NU) membersamai segala ikhtiar, doa dan tawakal guna menanggulangi dan memutus rantai penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.

“Upaya pengetatan PSBB perlu didukung tanpa mengabaikan ikhtiar menjaga kelangsungan kehidupan ekonomi masyarakat,” kata Ketua Umum NU KH Said Aqil Siroj melalui pernyataan sikap yang diterima Redaksi IBC di Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Menurut Aqil melindungi kelangsungan hidup (hifdz al-nafs) dengan protokol kesehatan sama pentingnya dengan menjaga kelangsungan ekonomi (hifdz al-mâl) masyarakat.

“Namun karena penularan Covid-19 telah mencapai tingkat darurat, maka prioritas utama kebijakan negara dan pemerintah selayaknya diorientasikan untuk mengentaskan krisis kesehatan,” ungkapnya.

Di tengah upaya menanggulangi dan memutus rantai penyebaran Covid-19, Aqil menjelaskan Indonesia tengah menghadapi agenda politik.

“Pilkada serentak di 9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota yang puncaknya direncanakan akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020,” jelasnya.

Sebagaimana lazimnya perhelatan politik, menurut Aqil momentum pesta demokrasi selalu identik dengan mobilisasi massa.

Selanjutnya >>>