IBC, SUMSEL- Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel mengundang pemilik tanah dan Badan Pertanahan Negara (BPN) terkait masalah perencanaan ganti rugi tanah lahan Reklamasi pada tahun 2016 yang belum terlealisasi sampai sekarang dikantor Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel Kota Palembang.

Pemilik tanah yang terkena reklamasi dari tahun 1991 yang diwakili tim advokasi yang dikoordinir Idasril Tanjung membeberkan mediasi yang difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel diterima baik oleh Kadin Lingkungan Hidup dan Pertanahan Edwar Candra, dan hasilnya sangat positif bahwa secara prinsip pihak dinas lingkungan hidup dan pertanahan dari bagian aset dan bagian data juga mengatakan bahwa memang ada data kita yang mengatakan lokasinya disana.

“Dengan adanya sedikit perbedaan didalam mediasi tapi itu bukan jadi persoalan kita anggap karena secara prinsip bahwa apa yang disampaikan oleh kepala dinas, beliau juga akan menyurati langsung pihak BPN dan pada saat itu juga hadir pihak BPN dimediasi tadi dan kami yakin klien kami Abdul Kadir dan nafisah akan mendapatkan hak-haknya,” ucap Idasril kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Idasril menambahjan luas tanah yang dimiliki klien kami sebanyak lima kapling yang luasnya dalam satu kapling 300 sampai 400 m/persegi.

“Kami berharap kedepan klien kami mendapatkan haknya jika memang tanah tersebut menjadi lahan reklamasi bearti klien kami mendapatkan ganti rugi dan kami menyampaikan kepada klien kami untuk mendukung pembangunan ini karena itu memang sudah menjadi lahan reklamasi yang sudah dihibahkan kepada kementrian pariwisata,” tambahnya seraya menjelaskan.

Selanjutnya Kadin Lingkungan Hidup dan Pertanahan Edwar Candra mengatakan bahwa pihak pemilik tanah yang masuk dalam lahan reklamasi dari tahun 1991 sampai 1997 menuntut minta ganti rugi, dan dalam mediasi tadi tanah yang masuk dalam lahan reklamasi berdasarkan hasil peta oleh BPN kami meminta dicek lagi dan disesuaikan dengan data yang ada di BPKAD Provinsi Sumsel.

“Untuk tindak lanjutnya setelah kami mendapatkan surat balasan dari BPN kami mengundang lagi pemilik tanah yang masuk dalam lahan reklamasi,” tutup Edwar.

Penulis : Zul | YES