IBC, BERAU – Perusahaan Listrik Negara (PLN) usai membangun jaringan listrik di Pulau Maratua, akan segera meresmikan masuknya listrik ke Pulau tempat wisata nan tersohor tersebut.

Pulau Maratua merupakan satu dari sekian daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang tersebar di Indonesia. Menjadi pulau terluar di Kalimantan Timur dengan destinasi lautnya menjadi daya tarik utama.

Sementara untuk proyek pembangunan listrik di Pulau Maratua masuk kedalam proyek listrik pedesaan PLN yang dibangun sejak tahun 2018 lalu.

Listrik untuk wilayah Pulau Maratua akan disuplai oleh PLTD maratua berkapasitas 1 MW. Dengan potensi sedikitnya 591 pelanggan, beban puncak PLTD Maratua diperkirakan berkisar pada 800 kW.

Hendra Irawan selaku Manager PLN UP3 Berau mengatakan bahwa dalam melistriki pulau terluar, tantangan terbesar adalah akses jalan yang ditempuh untuk mencapai lokasi.

“Melistriki daerah kepulauan tantangannya adalah material kelistrikan besar hanya bisa diangkut melalui jalur laut. Terlebih, untuk menuju maratua gelombang ombaknya tinggi-tinggi. Sebagian besar material kami angkut menggunakan kapal dari Tanjung Redeb, Berau”, ucap Hendra melalui rilisnya yang diterima Kabiro Kaltara, Selasa (21/9/2020).

Jaringan tegangan menengah (JTM) sejauh 18 kms dan jaringan tegangan rendah (JTR) sejauh 15 kms untuk Pulau Maratua telah selesai dibangun oleh PLN. Terdapat 8 buah trafo dengan kapasitas seluruhnya 800 kVA untuk melistriki warga Maratua.

Lebih lanjut menurut Hendra bahwa untuk mempersiapkan penyalaan listrik Pulau Maratua, pihaknya membentuk tim khusus untuk memastikan kesiapan mesin pembangkit, jaringan, juga material kWh meter untuk dipasang ke rumah-rumah warga.

“Saat ini kami sedang finalisasi mengamankan JTM dari gangguan pohon-pohon menjuntai untuk mengurangi potensi-potensi gangguan yang bisa berakibat padam. kWh meter untuk pelanggan juga sudah mulai dipasang. Jika tidak ada hambatan, segera kami resmikan dalam waktu dekat,” pungkas Hendra.

Penulis : TMB | YES