IBC, SUMSEL- Peringati Hari Ualng Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-65 Satuan Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Satlantas Polda) Sumatera Selatan mengadakan acara yang bertemakan Road Safety Policing dimana Implementasi E-policing pada fungsi lalu lintas diera digital menuju Indonesia Emas 2045 di Grand Atyasa Convention Center Palembang, Selasa (22/9/2020).

Acara tersebut dihadiri oleh Kapolda Sumsel, Gubernur Provinsi Sumsel, Sekda Provinsi Sumsel, Kadin Perhubungan Sumsel, Kasat Pol PP Sumsel, Kepala BPKAD Sumsel, Kadin Lingkungan Hidup Sumsel, Kadin Komunikasi dan Pertanahan Sumsel, Karo Hukum dan Ham, TGUPP bidang Media dan TGUPP bidang Aset.

Dirlantas Polda Sumsel Juni mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga khususnya masyarakat yang sangat kooperatif dan sangat mendukung sekali petugas satuan lalu lintas Sumatera Selatan menjalankan tugasnya dan mudah mudahan situasi seperti ini terus bisa terjalin dan kita tingkatkan dimasa yang akan datang supaya petugas kita bersama masyarakat menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban lalu lintas diwilayah Sumatera Selatan.

“Melalui program Pak Kapolda, Polisi Dulur Kito (saudara kita – red) itu mempererat silaturahim antara polisi dengan masyarakat sehingga sebenarnya tidak ada jarak antara kita, tapi petugas polisi lalu lintas sedikit membatasi kebebasan masyarakat menggunakan jalan raya, karena masyarakat harus patuhi rambu-rambu lalu lintas, tertib dan sopan santun dijalan raya,” ucapnya kepada wartawan.

Menanggapi permintaan nitizen masalah pemberantasan begal, Juni menyatakan sangat aspiratif menampung keinginan masyarakat.

“Sebenarnya patroli kita ini tidak terbatas, penegakan hukum kita lakukan patroli siang hari dan malam hari, namun patroli siang hari berbeda dengan malam hari, dimana malam hari kita lakukan patroli gabungan satlantas, sabara dan rekan kita TNI di tempat-tempat daerah yang rawan,” tuturnya.

Terakhir Juni juga mengatakan protokol kesehatan didalam menggunakan jalan lalu lintas harus menggunakan masker yang bisa melindungi kita atau pun mencegah penularan covid-19 ke orang lain.

“Bagi masyarakat yang melanggar tidak menggunakan masker sesuai dengan peraturan gubernur yang sedang akan ditingkatkan dan ditegakkan masalah masyarakat tidak menggunakan masker, dimana ada beberapa daerah yang sudah memberlakukannya seperti kita lihat kota prabumulih mereka dikenakan sangsi sosial dan denda sesuai dengan peraturan kabupaten kota yang dasarnya berdasarkan peraturan gubernur,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES