IBC, PALEMBANG – Kantor wilayah Bea dan Cukai Sumatera Bagian khususnya kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tife Madya Pabean B Palembang, melaksanakan pemusnahan terhadap barang-barang tangkapan yang saat telah dalam tahap barang yang dikuasai negara di halaman kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai Kota Palembang, Rabu (23/9/2020).

“Sebagai tindak lanjut penanganan barang bukti hasil penindakan yang telah melanggar ketentuan, Bea Cukai kembali melakukan pemusnahan terhadap berbagai jenis barang hasil tangkapan selama 2020. Walaupun ditengah situasi pandemi covid-19 tetap menjalankan fungsinya community protector yang melindungi masyarakat dari masuknya barang ilegal berbahaya,” ungkap Kepala Kanwil Bea dan Cukai Sumbagtim, Dwijo.

Dwijo menjelaaskan barang- barang yang dimusnahkan, dikatagori barang yang dilarang dan dibatasi (Lartas) dan tidak dilengkapi dengan dokumen pelengkap dan telah mendapat persetujuan pemusnahan dari kanwil DJKN Sumsel.

“Melalui kegitan Operasi Pasar Gempur Rokok Ilegal 2020 kanwil DJBC Sumbagtim dan KPPBC TMP B Palembang berhasil melakukan penindakan terhadap Barang Kena Cukai (BKC), Hasil Tembakau dan tembakau iris, minuman mengandung Etil Alkohol serta Hasil Tembakau lainnya yang menggunakan pita cukai bekas, pita cukai palsu, pita cukai bukan peruntukannya maupun tanpa pita cukai yang melanggar ketentuan UU Kepabeanan No.39 tahun 2007 dan barang lainnya yang tidak memenuhi ketentuan UU No.17 Tahun 2006,” jelasnya.

Dirinya mengatakan total perkiraan nilai barang sebesar Rp 44,8 miliar dan potensi kerugian negara mencapai Rp 16.6 miliar.

“Kami berharap masyarakat bisa memahami bahwa kalau melakukan storing barang ilegal itu merugikan dirinya sendiri karena barangnya akan dimusnahkan dan akan dilakukan penindakan pidana dan bagi masyarakat yang mengetahui tindak pidana kami berharap bisa kerja sama dan bisa langsung melaporkan dengan kami dan penegak hukum lainnya dan kami berharap juga kepada pemda data bagi hasil tembakau rokok yang cukup banyak agar disosialisasikan dan dibantu ” tutup Dwijo.

Penulis : Zul | YES