IBC, PALEMBANG – Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang melakukan panggilan kepada anggota Forum Komunikasi Pelaku Kuliner Bersatu Palembang Sumatera Selatan (FKPKBPSS) terkait pajak kuliner, Rabu (23/09/20).

Idasril Firdaus Tanjung yang didampingi penasehat FKPKBPSS Iskandar Sabani mendatangi BPPD Kota palembang karena ada beberapa anggota kami yang dikirimi surat untuk menemui kasubdin dan kita sudah berjumpa.

“Yang menjadi titik musyawarah kita tadi dengan Pak Firman (Kasubdin BPPD kota Palembang – red) membahas masalah mesin e-tax yang secara prinsip sering kita sampaikan kepada pihak BPPD bahwa apa yang menjadi keberatan kita dulu adalah komitmen kita yang menjadi kesepakatan anggota kami dengan pihak BPPD yang pada saat itu dijabat Pak Agung,” jelasnya.

Dirinya menambahkan kami minta dijalankan dulu ada beberapa anggota kita yang memegang mesin e-tax mereka tarik dulu untuk disepakati tapi ada permesalahan yang belum bisa disepakati.

“Masalah vendor katanya yang belum bisa ke tempat anggota kita sedangkan yang sebagian mereka tarik dan masih ada sisa empat orang yang masih menjadi persoalan,” tambah Idasril.

Selanjutnya Idasril mengatakan kami tidak melindungi anggota kita yang nakal dan harus membayar pajak sesuai dengan ketentuan.

“Jalani dulu komitmen kita ini karena dari awal kita sudah melakukan perjuangan ini dengan kawan- kawan untuk minta pajak berkeadilan mulai dari kita demo, kita jumpa ulama, kita ke DPR,” katanya.

Terakhir Idasril menegaskan kita minta revisi sudah disetujui pihak pemerintah walaupun ada poin-poin yang kita anggap tidak selaras dengan keinginan kita.

“Memang kondisi saat ini juga dalam kondisi ekonomi tidak tumbuh, ketika mereka dihantui persoalan seperti ini tentu mereka semakin terpuruk maka kami berharap ada kebijaksanaan, tapi sekali lagi kami katakan FKPKBPSS tidak akan melindungi anggotanya yang nakal silahkan sesuai dengan ketentuan tapi yang bijaksana,” tutupnya tegas.

Penulis: Zul | YES