IBC, SUKABUMI – Upacara penutupan pendidikan, pelantikan dan pengambilan Sumpah Perwira bagi lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-49 tahun 2020 yang dilaksanakan terpusat di Lapangan Soetadi Ronodipuro Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, dipimpin langsung Inspektur Upacara Kalemdiklat Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, yang juga disiarkan secara virtual kepada jajaran Polda dan SPN seluruh Indonesia, Senin 28 September 2020.

Rangkaian kegiatan upacara tersebut, terlihat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini menghadirkan semua perserta didik yang dilantik sebanyak 422 perwakilan peserta didik asal pengiriman, yakni, Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Papua dan Papua Barat. Sementara perwira lainnya dilantik dan mengikuti upacara secara virtual serentak di SPN Polda masing-masing.

Demikian juga dalam amanatnya inspektur upacara menyampaikan, bahwa proses pendidikan SIP angkatan ke-49 dilaksanakan dalam masa pandemi global yang telah melalui satu dinamika yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kita telah melakukan modifikasi metode dan pola pembelajaran untuk menjaga kualitas keberlangsungan proses pendidikan ini, alhamdulillah semua proses berjalan lancar,” ujar Arief dalam pers rilisnya yang diterima redaksi, Senin (28/9/2020).

Lebih lanjut ia menyampaikan, dengan penutupan pendidikan dan pelantikan menjadi Perwira, merupakan wujud dan bukti legalitas dan legitimitas untuk menyandang pangkat sebagai Perwira Pertama Polri. Semua proses yang telah dilalui hendaknya menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas sebagai first line supervisor, penyedia tingkat pertama dikesatuan masing-masing nantinya.

“Atas nama pimpinan Polri, selamat atas pelantikan menjadi Perwira Polri kepada para Perwira beserta keluarga,” imbuh Arief.

Sambungnya mengatakan, setelah pelantikan ini, para perwira akan ditempatkan dan kembali ke kesatuan baru, diharapkan senantiasa memegang teguh sumpah jabatan dan sumpah perwira dimanapun saudara ditugaskan, dan kapanpun status perwira disandang dalam diri saudara, jangan pernah mengkhianati sumpah yang telah diikrarkan, karena sumpah kaitannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.

“Dengan pelantikan ini Polri telah menambah 1600 perwira, diharapkan dengan penambahan ini akan meningkatkan kinerja organisasi Polri ke depan,” tambah Arief.

Selanjutnya ia kembali menyampaikan, bahwa tugas para Kasatwil dan Kasatker untuk melakukan proses pembinaan, perawatan dan pendayagunaan para perwira yang nanti akan ditempatkan di wilayah tugasnya untuk tetap bisa menjaga diri, martabat dan kinerja sebagai seorang Perwira.

“Covid 19 masih di depan mata, para perwira sekalian harus tetap dapat menerapkan protokol covid-19, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan sehat dan selamat, rasa bangga dengan status keperwiraan harus dibarengi dan diwujudkan dengan pengabdian dalam pelaksanaan tugas yang penuh semangat dan prestasi yang tinggi,” tutupnya.

Untuk diketahui, penganugerahan dan penghargaan Museum Rekor Indonsia (MURI) yang diberikan kepada Kapolri, Kalemdiklat Polri dan Kasetupka Lemdiklat Polri merupakan penghargaan telah mencatat rekor pendidikan perwira Polri Penyandang Disabilitas dan pembelajaran secara daring terbanyak.

Penulis : FA|PRL
Foto : Ist