IBC, SUMSEL- Samsat Provinsi Sumsel melaksanakan program pemutihan untuk masyarakat yang menunggak pajak kendaraan bermotor roda dua dan roda empat dan denda pajak kendaraan serta bea balik nama kendaraan bermotor hingga 30 Oktober 2020.

Kepala Bapenda Pemprov Sumsel Neng Muhaiba yang diwakili oleh Kabid Pajak Bapenda Sumsel Emmy Surawahyuni mengatakan dengan adanya program ini di tengah pandemi Covid-19 terjadi peningkatan 300% wajib pajak khususnya kendaraan roda dua dan roda empat yang membayar pajak dari bulan sebelumnya serta dibandingkan tahun yang lalu di bulan yang sama terjadi peningkatan wajib pajak yang membayar pajak sekitar 10-15%.

“Target wajib pajak roda dua dan roda empat untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada tahun 2020 sebesar Rp1 tirliyun untuk Provinsi Sumsel dan sudah tercapai hingga September sebesar Rp751.612.321.946 dengan pencapaianya sudah 75.16%, untuk biaya balik nama (BBN) yang ditargetkan Rp695.198.623.078 dan sudah tercapai sampai Bulan September Rp491.820.773.675 serta pencapaiannya 70.75%, jadi masih dibawah karena bea BBNnya tidak dihapuskan,” jelasnya kepada IBC Biro Palembang di kantor Bapenda Pemprov Sumsel Palembang, Senin (28/9/2020).

Emmy Surawahyuni menyampaikan perpanjangan sementara ini sampai Oktober, jika antusias wajib pajak tinggi maka kita evaluasi dan analisa lagi dan kita serahkan kepada gubernur apakah akan memperpanjang program pemutihan lagi dibulan berikutnya.

“Dengan adanya program pemutihan kepada seluruh wajib pajak khususnya pengguna kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang menunggak pajaknya kami mengharapkan kedepannya bayarlah pajak secara rutin dan jangan lagi menunggak,” imbuhnya.

Penulis : Zul|YES