IBC, LEBAK – Kepala Bulog (Kabulog) Sub Divre Lebak-Pandeglang, Meita Novariani menyebut pihaknya telah berhasil menyerap gabah petani lebih dari sembilan (9) ribu ton. Ia menyampaikan lebih dari Rp 80 Miliar uang yang beredar dimasyarakat dari Bulog.

“Jadi ada perputaran ekonomi yang diangkat oleh Bulog untuk masyarakat. Kita juga memastikan beras yang disalurkan oleh Bulog kualitasnya medium dan bisa menggerakan ekonomi masyarakat,” ujarnya, di Lebak, Senin (28/9/2020).

Meita juga mengakui saat ini Bulog diberikan tugas oleh Kementerian Sosial (Kemensos)) terkait kualitas medium. Menurutnya bahwa alasan Bulog mengambil beras dari pengusaha disebabkan tidak diperbolehkan antara beras dan gabah disimpan dalam satu gudang. “Bulog semuanya beras dan kenapa harus gabah yang dibeli, karena ini polanya bulog yang baru,” lanjutnya.

“Kalau beli beras bisa kemitra, tapi kalau beli gabah itu ke petani, kita ingin petani juga bergerak nilai tukarnya juga naik. Bulog sudah ratusan ton mendistribusikan kemasyarakat,” imbuh Meita.

Selain itu, ia juga menambahkan, bahwa 9 ribu ton beras, Lebak-Pandeglang telah terserap, dan masih memiliki stok sebanyak 8 ribu tonase ketersediannnya masih aman.

“Jadi tidak mungkin kami tidak siap. Mungkin ketika ada kendala cek dulu dilapangan apa kendalannya. Sampai ada kata tidak melibatkan Dinas, bagaimana tidak melibatkan dinas louncing juga kita melibatkan dinas dari mana tidak melibatkan,” pungkasnya.

Penulis : RHM|YES