IBC, LEBAK – Ketua Komite Rakyat Nasional Jokowi (Kornas-Jokowi) Provinsi Banten Yusuf Reza Soleman (Yures) mendukung Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Lebak-Pandeglang yang telah menyerap gabah dari petani lokal.

Bahkan kata Yures, pihaknya juga bersedia memfasilitasi petani lokal agar gabahnya bisa diserap oleh Bulog dengan harga yang tinggi.

“Kita dukung Bulog Lebak-Pandeglang serap gabah petani lokal, bahkan mereka kemarin sudah menyerap 9.000 ton gabah dari petani. Itu langkah positif dari BUMN dalam rangka menopang ekonomi para petani di Lebak dan Pandeglang, terutama saat pandemi corona,” terang Yures kepada awak media, Jum’at, (2/10/2020).

Selain itu ia juga berharap kepada Bulog bisa membeli gabah dengan harga yang tinggi dibanding tengkulak. Menurutnya, saat situasi yang sulit ini Bulog sangat berperan dalam menghidupkan ekonomi petani.

Pun kata Yures banyak program pemerintah yang memang bisa melibatkan hasil panen petani seperti pendistribusian beras untuk keluarga penerima manfaat pemberi keluarga harapan (KPM-PKH).

“Apresiasi atas capaian Bulog dalam menyerap gabah dari petani. Kita nanti bantu fasilitasi agar gabah petani tetap diutamakan,” ujar Yures.

Sebelumnya, Bulog Kabupaten Lebak-Pandeglang telah berkomitmen untuk mendistribusikan beras bagi keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH)

“Kami mendistribusian beras itu jenis beras medium sesuai dengan permintaan Kementerian Sosial (Kemensos),” ungkapnya Kepala Divisi Regional (Divre) Perum Bulog Lebak-Pandeglang Meitha Novariani, Senin 28 September 2020.

Demikian juga lanjutnya, pendistribusian beras bagi KPM-PKH di Kabupaten Lebak yang terkena dampak COVID-19 untuk masa waktu Agustus-Oktober secepatnya didistribusikan.

Menurut Meitha, persedian beras untuk KPM-PKH itu didatangkan dari beras lokal dari hasil panen petani Kabupaten Lebak dan Pandeglang hingga terserap sebanyak 9.000 ton setara beras.

Namun lanjutnya, Perum Bulog kini lebih mengutamakan penyerapan gabah petani karena dapat menggulirkan uang sekitar Rp 85 miliar lebih. Sebab, paradigma Perum Bulog sekarang ini diwajibkan menyerap gabah petani untuk pergerakan ekonomi mereka.

“Kami menyerap gabah dari hasil petani agar nilai tukar petani itu juga meningkat,” kata Meitha.

Masih kata Meitha, ketersedian beras dan gabah tentu cukup berbeda dengan gudang Bulog jika beras dipasok oleh pengusaha dan bila gabah diserap oleh petani.

Perum Bulog pada KPM-PKH itu sesuai permintaan Kemensos dengan mendatangkan beras dari petani lokal jenis beras medium.

Selama ini, sambungnya, kualitas beras dari petani lokal itu dilakukan secara konvensional dan belum menggunakan peralatan teknologi.

Karena itu, kualitas beras yang beredar di petani kebanyakan jenis beras medium, sehingga Kemensos memilih beras medium tersebut.

“Kami optimistis beras medium itu sangat bagus, karena penyerapan gabah dari petani juga memiliki standar mutu yang ditentukan Bulog,” imbuhnya menjelaskan,

Ia mengatakan, mekanisme pendistribusian beras tersebut hingga kini Bulog hanya menggantungkan kesiapan ditingkat bawah, apabila teman-teman itu sudah siap maka pendistribusian dilakukan hingga ke titik bagi dengan melibatkan petugas PKH.

Pada prinsipnya, pihaknya akan mendistribusikan beras untuk KPM-PKH setelah ditingkat bawah sudah siap,termasuk kendaraan pengangkut logistik dari PT Bhanda Ghara Reksa (BGR).

Pendistribusian beras tersebut sesuai permintaan Kemensos dan persiapan teman-teman ditingkat bawah.

“Kami tidak ada masalah jika mereka ditingkat bawah sudah siap maka segera dilakukan pendistribusian, bahkan saat launching 7 September 2020 dan mendistribusikan beras ke Malingping, Bayah, Panggarangan, Wanasalam dan Cihara,” tutupnya.

Penulis : RHM|YES