“Jadi jangan kaget jika tiap minggu akan lahir statement-statement yang lebih bodoh dan provokatif dari tokoh-tokoh oposan yangg berbeda. Masing-masing ingin di depan dengan berkata sebodoh mungkin,” sebut Budiman.

Begitu lah Hukum Kelembaman (Inertia) bekerja, Budiman menuturkan jika ada 1 (satu) benda bergerak dengan kecepatan tetap ke suatu arah, ia akan cenderung ke arah itu.

“Juga saat diam, bakal terus diam. Di kasus ini: yang bergerak kebodohannya, yang diam adalah olah pikir dan rasanya,” tuturnya.

Selanjutnya Budiman menegaskan ini pekerjaan rumah (PR) yang harus kita pecahkan untuk masa depan anak cucu kita:

“Einstein berkata kebodohan manusia tak berbatas. Kutambahkan: kecerdasan manusia berbatas. Satu-satunya yang kecerdasannya tak berbatas adalah #MesinCerdas. Bagaiman kita mengatasinya (demi anak cucu kita)?” tegasnya lagi.

Kembali ke soal berlomba-lomba dalam kebodohan dan provokasi, Budiman kembali menegaskan tiap perkataan yang beberapa tahun atau bulan lalu dilontarkan akun-akun pseudonim, mulai sekarang akan dilontarkan tokoh-tokoh publik yang mau jadi pemimpin oposisi. Targetnya? Populer dan dipidanakan supaya popularitas naik.

“Menghadapi yang begini-begini ada caranya sendiri,” tandasnya.

Selanjutnya >>>