IBC, SUMSEL – Sidang perdana menindak lanjuti dugaan pemutusan kerja secara sepihak oleh PT Dirgaputra Ekapratama dengan tanpa surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Pengadilan Negeri klas I.A Jalan Kapt A Rivai no 210/45 Palembang pada Selasa (6/10/2020)

PT Dirgaputra Ekapratama bergerak dibidang distributor sparepart roda empat dan roda dua.

Ketua tim kuasa hukum Afrisal Nasidatu menegaskan sebelumnya kami kuasa hukum dari pihak penggugat Tim IELCI dan partner yang terdiri Sukma Wijaya, Asdi Farmauzi, Rudi Efransyah, dan jurnalis sudah datang ke Dinas Tenaga kerja (Disnaker) untuk menyelesaikan permasalahan pemutusan kerja sepihak klien kami Romi Eko Saputra dan Imron oleh pihak PT Dirgaputra Ekapratama, namun pihak perusahaan tidak datang.

“Maka kami kuasa hukum dari Pihak penggugat mengajukan gugatan ke pengadilan Hubungan Industrial dan mengikuti sidang perdana hari ini tanpa dihadiri pihak perusahaan yang selaku tergugat,” tegasnya.

Afrisal menyatakan kami tim IELCI dan partner kuasa dari pihak penggugat membeberkan persidangan hari ini yang dipimpin oleh Hakim Ketua Hotnar Simarmata dengan tuntutan kami ke pihak PT Dirgaputra Ekapratama agar hak pekerja klien kami harus dibayar sesuai dengan peraturan yang ada.

“Tidak hadirnya pihak perusahaan seolah-olah tidak menghormati kedudukan hukum karena hak pekerja itu tetap harus dibayar sampai kapanpun oleh perusahaan,” tukasnya.

Selanjutnya Afrisal menambahkan bahwa dengan tidak datangnya pihak tergugat pada sidang pertama, hakim akan memanggil satu kali lagi pada panggilan kedua 20 oktober 2020 untuk sidang selanjutnya.

“Jika pihak perusahaan tidak datang pada panggilan kedua maka proses perkara ini tetap lanjut dan berpotensi putusan secara verstek,” tambahnya sambil menjelaskan.

Penulis : Zul | YES