IBC, JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah mengirim surat protes kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT terkait kekerasan yang dilakukan oleh aparat Pemprov NTT kepada masyarakat adat Pubabu-Besipae.

“Hari ini surat kepada Gubernur NTT dan Kapolda NTT terkait peristiwa kekerasan yang menimpa anggota nasyarakat adat Pubabu-Besipae terkirim,” kata Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM/Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan, Beka Ulung Hapsara di akun Twiiter pribadinya di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Beka menjelaskan di dalam surat protes tersebut ada 5 (lima) poin utama yang Komnas HAM sampaikan kepada Gubernur NTT.

“Ada 5 poin utama yang disampaikan ke gubernur,” jelasnya.

Berikut lima poin utama yang disampaikan Komnas HAM ke Gubernur NTT:

Pertama, protes keras KomnasHAM terhadap kekerasan yang diduga dilakukan oleh aparat pemerintah provinsi NTT kepada perempuan dan anak masyarakat adat Pubabu Besipae..

Kedua, meminta informasi perkembangan dan tindak lanjut rekomendasi komnas HAM tertanggal 3 september 2020 tentang penyelesaian sengketa lahan Pubabu-Besipae

Ketiga, meminta komitmen dan perhatian serius pemerintah propinai NTT dalam rangka penyelesaian sengketa lahan Pubabu-Besipae

Keempat, meminta informasi perkembangan situasi lapangan terkini dan strategi penyelesaian yang diambil untuk menyikapi situasi tersebut.

Kelima, meminta gubernur NTT menghentikan dan mencegah kekerasan antar anggota masyarakat melalui koordinasi dan komunikasi dengan Polda NTT.

Penulis : FA | YES