IBC, MANAHASA UTARA – Rentetan konflik yang belakangan terjadi di Indonesia, mulai dari tindakan vandalisme, bullying, intolerensi sampai ke ancaman terorisme dan sparatisme, diperlukan solusi untuk menyelesaikan rentetan konflik tersebut.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo mengyampaikan, bahwa Indonesia yang berpenduduk majemuk, berpotensi memicu konflik.

“Negara Indonesia berpenduduk majemuk mulai dari suku, budaya, dan agama yang tersebar di berbagai wilayah tidak menutup kemungkinan menjadi sebuah potensi konflik,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun Advokasi Moderasi dan Kerukunan Umat di Minahasa Utara, Sulawesi Utara (16/10/2020).

Namun, Rohaniwan yang akrab disapa Romo Benny itu mengatakan, tidak perlu risau, karena Indonesia memiliki Pancasila. “Nilai-nilai Pancasila adalah satu-satunya cara untuk mencari solusi penyelesaian konflik di Indonesia,” tegas Benny.

Meskipun demikian diperlukannya kearifan dan kedewasaan untuk memelihara keseimbangan antar kepentingan kelompok dan kepentingan Nasional. “Hubungan antar agama adalah keadaan hubungan umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai dalam pengamalan dalam berkehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara,” jelas dia.

Dirinya menyebut penyelesaian konflik dalam mencari solusi dalam butir-burir Pancasila bisa dilakukan dengan mengedepankan nilai sila ke-4, yakni Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan .“Salah satu solusi penyelesaian konflik yaitu dengan mengedepankan nilai sila ke-4,” pungkasnya.

Penulis : IFL|DB