IBC, JAKARTA – Terjadinya Wabah menurut Wakil Presiden Prof. KH. Ma’ruf Amin sudah ada sejak zaman nabi, bahkan pada masa Sayyidina Umar saat menjadi khalifah, saat ia akan masuk ke Syam (Syria) menjelang masuk ke kota tersebut, Sayyidina Umar mendapatkan informasi bahwa di pusat kota sedang terjadi wabah.

“Terjadilah diskusi yang panjang, karena tahu Sayyidina Umar ada hadisnya, ada larangannya, ia memilih pulang. Ini saya kira peristiwa itu,” ujarnya saat berbincang dengan dokter Reisa Brotoasmoro, dalam saluran Video YouTube, BPMI Setpres, Jumat (16/10/2020).

Bahkan lanjut Wapres, ada beberapa penjelasan yang ada di kitab-kitab yang menyebutkan salah satu caranya melakukan isolasi dan juga mencuci tangan. “Seperti yang diceritakan dalam kitab Badzlul Maun fi Fadhi Tha’un yang dikarang oleh Ibnu Hajar Al Asqolani, di sana ketika terjadi wabah itu, pentingnya adalah mencuci tangan, menjaga jarak dan isolasi,” papar Wapres.

Jadi lanjut pria asal Banten ini, sebenarnya pola tersebut sudah ada sejak zaman dulu. Maka di dalam salah satu tujuan daripada disyariatkannya ajaran islam, ada lima hal, yakni menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga keturunan dan menjaga akal.

“Nah dari 5 ini, dalam kondisi normal maka yang utama menjaga agama itu nomor satu, nomor dua itu menjaga jiwa, keselamatan jiwa. Tapi dalam keadaan yang tidak normal, seperti masalah pandemi, menjaga keselamatan jiwa menurut syariat itu nomor satu,” terang Ma’ruf Amin.

Karena apa sambung dia, menjaga jiwa itu tidak ada alternatifnya. “Enggak bisa diganti dengan yang lain, maka dia harus diutamakan,” tegasnya.

Jika dalam agama mengerjakan salat ada kemudah-kemudahan, dalam bahasa agama disebut rukhsah, “oleh karena itu, menjaga itu, sesuatu itu, perbuatan yang ibadah yang dilakukan oleh kita semua,” pungkas KH. Ma’ruf Amin.

Penulis : AI|PRL