IBC, MEDAN – Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) mengamati bahwa Presiden Jokowi memang luar biasa jeli, dengan menempatkan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 dan PEN.

“Terbukti hasilnya sangat spektakuler seperti di Inggris, Bio Farma diakui sebagai perusahaan kelas dunia oleh CEPI, begitu juga sebelumnya di Arab dan Cina. Di Swiss Erick mampu mengadakan kerjasama strategis secara bersamaan di sektor ekonomi dan kesehatatan,” ujar Ketua Umum JBMI, Ustad Amran Saragih MA, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/10/2020).

Menurutnya, Erick Thohir cukup memiliki nyali yang besar, “Nyalinya gede dan enggak baperan. Untuk melanggengkan tersedianya vaksin covid-19, Bang Erick menggandeng Menlu, Bu Retno Marsudi dan terakhir Menko Maritim, Pak Luhut,” sambung Amran.

Pun demikian, tantangan Presiden Jokowi, “diambil Bang Erick dengan lapang dada, jiwa besar dan istiqomah, karena beliau memiliki segudang pengalaman. Konsekuensinya, menjadi logis, banyak orang yang terusik setelah sekian lama tenang di singgasananya,” imbuhnya.

Ditambah lagi kata Amran, adanya perombakan yang dilakukannya di BUMN, membuat banyak pihak yang terganggu. “Lihat saja, banyaknya suara-suara sumbang yang datang menghempang, namun tidak menyurutkan langkahnya untuk membantu Presiden Jokowi mengatasi wabah Covid-19 dan resesi ekonomi,” paparnya.

Baliho JBMI bergambar Erick Tohir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Foto : Ist.
Baliho JBMI bergambar Erick Tohir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Foto : Ist.

Bagi Ustad Amran Saragih, sebagai pebisnis yang handal disamping pengalamannya yang mendunia, Erick Thohir ternyata memiliki segudang talenta, “terutama dalam hal seni memanfaatkan momentum guna meraih beberapa pencapaian. Jika satu langkah untuk satu tujuan, itu biasa. Tapi beliau berbeda, sekali kayuh, dua tiga pulau terlampaui,” tuturnya.

Selain itu, bagi pihaknya (JBMI) Erick Thohir merupakan aset yang berharga, baik bagi bangsa dan negara.

“Bagaimana tidak! Faktanya beliau mampu bergerak cepat dan tepat dalam menangani bencana Covid-19 tanpa tedeng aling-aling. Bergerak melangkah maju dengan ide terukur, terstruktur dan akhirnya terlaksana dengan baik,” tambah Ustad Amran.

JBMI selaku ormas Islam mengapresiasi langkah-langkah Mantan Ketua TKN tersebut, dalam membangun BUMN menggunakan motto “akhlak”. Sebab kata Amran, tak terbantahkan bahwa persoalan utama di negeri ini adalah persoalan moral.

“Dalam kacamata kami, Bang Erick pasti punya plus-minus dalam menjalankan tugasnya. Tapi, plus-nya jauh lebih banyak dibanding minusnya. Jadi ada baiknya, bagi kita yang tak bisa banyak berbuat, hendaknya janganlah memperkeruh suasana. Mari berkaca-diri tentang apa yang sudah kita perbuat untuk negeri ini. Bak kata anak Medan, #ErickPaten, ‘Jangan apa kali kelen’,” beber Amran.

Untuk itu dengan tetap semangat, pihaknya sangat mendukung sepenuhnya Menteri BUMN Erick Thohir untuk melaksanakan tugas yang diembannya. JBMI akan terus turut berpartisipasi mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat.

“Dan kami akan membantu membenahi segala kesemrautan yang ada dalam batas kemampuan kami. Harapan kami pada Pak Menteri Erick, agar senantiasa mendampingi Presiden dalam cita-citanya untuk merevolusi mental bangsa ini,” tutupnya.

Penulis : TSN|YES