IBC, KEPSUL – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (PresmBEM) STAI Babussalam Sula Provinsi Maluku Utara soroti pemecatan sepihak dan pembayaran upah tidak sesuai dengan perjanjian awal pekerjaan Proyek Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Falabisahaya.

Pasalnya hal tersebut bukan hanya menyangkut nasib para kuli yang dipecat sepihak saja, akan tetapi fasilitas sekolah sebagai sarana pendidikan juga menjadi ancaman kerakusan oknum kontraktor nakal.

Tak hanya itu, kasus yang sama terjadi dan masih belum ditindak tegas oleh aparat penegak hukum secara serius, contohnya kasus Masjid An-Nur Desa Pohea yang penanganan berkas perkaranya juga sampai saat ini belum membuahkan hasil.

PresBEM Riski Soamole meminta aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti, parkara ini secara tegas dan serius.

“Selaku pimpinan Mahasiswa dan penyambung lidah rakyat, meminta kepada penegak hukum agar mengusut dugaan kasus pemecatan sepihak dan pembayaran upah yang tidak sesuai perjanjian awal oleh salah satu kontraktor dan memberi warning keras bagi pihak penegak hukum agar gunakanlah tugas anda sebagai abdi negara yang cinta tanah airnya dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945,” ungkapnya kepada Media IBC Biro Sula lewat Applikasi Mesengger , Minggu (25/10/2020).

Selain itu Riski juga meminta kepada penegak hukum untuk segra menuntaskan kasus Mesjid An-Nur Desa Pohea yang sampai saat ini belum ada titik terang.

“Selain persoalan yang terjadi di Desa Falabisahaya tentu pihak penegak hukum diminta untuk menuntaskan dugaan krupsi kasus korupsi Mesjid An-Nur Desa Pohea yang masi menjadi misteri saat ini,” bebernya.

Selanjutnya Riski menegaskan terlalu banyak kontraktor nakal yang belum diberi pelajaran oleh aparat penegak hukum secara serius terutama Kapolres Kepsula.

“Jika hal ini dibiarkan begini terus akan ada mafia berkedok birokrasi dengan cara membuat proyek siluman, yang menelan APBN dan APBD, yang cukup banyak,” tegasnya.

Penulis : Sarif | YES