IBC, JAKARTA – Survei nasional yang dilakukan oleh Indikator sejak, 24-30 September 2020, ditemukan beberapa opini publik yang berkembang. Misalnya, Indonesia menjadi kurang demokratis sebesar 36,0%, sedangkan yang menjawab Indonesia tetap sama keadaannya, sebesar 37,0%, dan Indonesia menjadi lebih demokratis sebesar 17,7%.

Hal itu menurut rilis Indikator, Minggu 25 Oktober 2020, lebih banyak kemunduran ketimbang peningkatan.

Sumber : Indikator.

Sementara survei atau temuan lainnya, dengan pertanyaan, “Setuju atau tidak dengan pendapat, bahwa warga makin takut menyatakan pendapatnya”, yang menjawab ‘agak setuju‘ sebesar 47,7%, sedangkan yang ‘sangat setuju’ sebesar 21,9%, dan yang ‘kurang setuju’ sebesar 22,0%, serta ‘tidak setuju sama sekali’ hanya sebesar 3,6%.

Kesimpulan temuan tersebut, “Mayoritas publik cenderung setuju atau sangat setuju”.

Sumber : Indikator.

Kemudian yang patut menjadi perhatian, masih dalam temuan survei nasional tersebut, semakin semena-menanya aparat menangkap warga yang berbeda pilihan politiknya dengan penguasa. Disimpulkannya temuan tersebut, mayoritas publik cenderung setuju atau sangat setuju.

Berikut persentasenya, Agak setuju sebesar 37,9%, sangat setuju sebesar 19,8%, dan kurang setuju sebesar 31,8%, sedangkan tidak setuju sama sekali hanya sebesar 4,7%.

Sumber : Indikator.

Dalam kesimpulannya, Indikator menilai, bahwa mayoritas publik saat ini mendukung demokrasi sebagai sistem pemerintahan. Mayoritas publik menilai demokrasi adalah sistem pemerintah terbaik, meski tidak sempurna. Dengan kata lain, akseptabilitas publik terhadap demokrasi sebagai sistem masih cukup tinggi.

Akan tetapi, demokrasi bukan semata-mata dukungan normatif. Salah satu indikator demokrasi yang penting sejauhmana kebebasan sipil dihormati.

Lanjut, Survei nasional Indikator menunjukan bahwa, meskipun dukungan normatif terhadap demokrasi masih tinggi, saat ini lebih banyak responden menilai Indonesia belakangan ini menjadi kurang demokratis, dua kali lipat dari yang menilai lebih demokratis.

Sementara itu, kekecewaan publik juga terlihat dari kondisi kebebasan sipil yang dinilai negatif. Mayoritas menilai saat ini warga makin takut menyatakan pendapat 79,6%, dan makin sulit berdemontrasi atau melakukan protes 73,8%, serta aparat dinilai semakin semena-mena menangkap warga yang berbeda pandangan politiknya dengan penguasa 57,7%.

Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap kinerja demokrasi. Beberapa hal terkait kebebasan sipil, memberikan sinyal yang mengkhawatirkan bagi demokratisasi di Indonesia.

Penulis : IFL|PRL