IBC, KEPSULA – Ketua Rukun Tetangga (RT) 06 Rukun Warga (RW )03 Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara Arwan Buamona mengundurkan diri karena merasa dinohongi Kepala Desa (Kades).

Pasalnya Arwan dituntut untuk bekerja dengan baik dan penuh waktu namun tidak sesuai dengan upah yang diterima.

Arwan menyebutkan bahwa alasan ia mengundurkan diri karna merasa bohongi dan tidak lagi nyaman dengan gaya kepemimpinan Kepala Desa Pohea.

“Saya mengudurkan diri dari Ketua RT.06 karena tidak lagi nyaman dengan kepemimpinan Kepala Desa Pohea dan juga kami dijanjiin untuk diberikan anggaran oprasional RT per 3 triwulan, waktu triwulan pertama kami terima,” ujarnya kepada pewarta IBC Biro Kepsul, dikediamannya Senin (26/10/2020).

Dirinya mengeluh ketika di tanya anggaran itu? Jawab kepala Desa tidak sesuai dengan keinginan mereka.

“Waktu penerimaan tunjangan kami di triwulan ketiga saya bertanya kepada kepala desa apakah kami punya anggaran itu ada lagi atau tidak? Kades menjawab nanti kita cek lagi, hal ini menurut saya lucu karena pegelolaan anggaran itu mereka ketika kita terima gaji harusnya sudah diterima operasionalnya sekarang disuruh cek, mau cek kemana lagi,” keluh Arwan dengan nada kesal.

Selanjutnya Arwan menegaskan saya anggap kami dibohongi oleh kepala desa, salah satu alasan saya mengundurkan diri.

“Ini juga karena kepala desa mengatakan kepada kami ketika tidak sanggup undur diri saja, Nah selama ini kami kerja kurang iklas atau bagimana kami memiliki anak istri yang harus kami nafkahi dengan kebutuhan yang lebih besar kami tak perduli asal mengabdi di desa kami namun kenyataannya kami tidak dihargai,” tegasnya.

Selain itu hingga saat ini Arwan,
belum ada penggantinya dan sangat berpengaruh terhadap prosesi adat jelang Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan RT.06 Desa Pohea.

Secara terpisah, Kepala Desa Pohea Rudi Duwila membenarkan hal demikian namun alsan tidak di berikan aggaran oprasional dua triwulan dikarnakan ada pemotongan anggaran terkait Covid 19.

“Terkait degan tambahan operasional kemarin itu betul di triwulan pertama ada hanya pada saat perubahan Apbedes desa tahun 2020 kemarin ada pemotongan ADD dari daerah sebesar 60 juta perdesa sehingga ada beberpa pos Anggaran yang terpangkas termasuk operasional RT,” sebut Rudi saat dikonfirmasi melalui What’App.

Selain itu Rudi menyatakan terkait dengan pergantian Ketua RT.06 Saya membuka Ruang buat RW dan Kadus bentuk musyawarah pemilihan,

“Semestinya ini kewenangan saya selaku kepala desa hanya saya buka ruang untuk mereka agar masyarakat atau warga setempat yang bisa memilih sendiri Ketua RT agar kedepannya kegiatan di lingkungan bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Penulis : Sarif | YES