IBC, JAKARTA – Sebagai manusia biasa tentunya seorang Jurnalis juga rentan terjangkit Virus Corona (COVID-19), baik sedang bertugas saat meliput, atau di luar tugasnya sebagai wartawan. Hal itu setidaknya tercatat oleh Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), sebanyak 242 jurnalis dan pekerja media terpapar Virus Corona.

“Di tengah situasi Pandemi Covid-19, risiko pekerjaan jurnalis dan pekerja media semakin berat. Ketika pembatasan sosial dilakukan di sejumlah daerah, para jurnalis harus tetap turun ke lapangan untuk melakukan peliputan,” kata Sekretaris Jenderal, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Revolusi Riza, dalam rilisnya diterima redaksi, Senin (26/10/2020).

Sambungnya, demikian juga dengan pekerja media yang harus rutin berkantor untuk menyusun laporan-laporan peliputan. Karena tuntutan pekerjaan yang sangat berisiko, maka kata Riza, beberapa jurnalis dan pekerja media akhirnya bertumbangan terpapar virus korona.

“Berdasarkan data yang dikumpulkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sejak Maret hingga September 2020, setidaknya 242 jurnalis dan pekerja media dinyatakan positif Covid-19,” ungkapnya.

Namun, alih-alih mendapatkan perlindungan lebih dari perusahaan media tempat mereka bekerja, tambah Riza, malah beberapa jurnalis dan pekerja media justru semakin terampas hak-haknya sebagai pekerja.

“Semoga masa-masa berat ini menjadi pembelajaran bagi kita bersama untuk tetap saling menghargai dan mendukung satu sama lain. Salam sehat selalu,” tutupnya.

Penulis : IFL|DB