IBC, TARAKAN – Kendati pembentukan Ikatan Mahasiswa Batak Tarakan (IMBATA) telah digagas sejak dua tahun terakhir, namun tak kunjung menemui titik terang.

Alhasil di tahun ini, Dewan Pembentuk Organisasi (DPO) IMBATA concern untuk merampungkan pembentukan organisasi yang telah diinisiasi sejak lama itu.

Musyawarah Besar (Mubes) IMBATA pertama pun resmi digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.

Kegiatan yang dihelat sejak sore hingga malam itu pun akhirnya menghasilkan pemimpin baru untuk menahkodai organisasi IMBATA itu kedepan.

“Suku Batak adalah suku yang identik dengan mangaranto (merantau – red) pergi jauh ke negeri orang untuk mencari kehidupan yang lebih baik, usia tidak menjadi penghalang baik masih remaja dan ataupun muda yang meninggalkan orang tua di tanah kelahiran demi mengecam pendidikan dan cita-cita yang tinggi,” ucap Ketua Dewan Pembentuk Organisasi (DPO) IMBATA, Karia Agus Sihombing, Rabu malam (28/10/2020).

Dari pengalamannya, Karia melihat
setiap tahun antusias mahasiswa batak untuk berkuliah di Kota Tarakan semakin tinggi.

“Mahasiswa batak yang menempuh perkuliahan di Kota Tarakan semakin meningkat, yang berarti bahwa hal ini adalah suatu hal yang sangat potensial untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Selanjutnya Karia mengatakan permasalahan tidak adanya wadah menghimpun mahasiswa dari tanah kelahirannya jadi hal yang patut diperhatikan.

“Kami jadi terinisiasi untuk membentuk suatu wadah yg bertujuan menghimpun, menjalin tali persaudaraan, kekeluargaan dan juga mengembangkan karakter mahasiswa Batak di Kota Tarakan, sehingga nantinya mereka tidak merasa sendirian di tanah orang dan merasa memiliki rumah dan keluarga,” sambungnya.

Dirinya berharap organisasi itu bisa menjadi wadah bagi mahasiswa batak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Harapan saya bahwa dengan adanya wadah ini, mahasiswa batak semakin berkembang dimanapun berada terkhusus di Kota Tarakan, mengutip dari semboyan anak medan “biar kambing di kampung sendiri tapi banteng di perantauan,” tandasnya seraya berharap.

Sementara itu Christin Purba usai proses pemilihan mengatakan bertekad untuk membawa organisasi IMBATA kedepan.

“Terpililihnya saya menjadi Ketua Umum IMBATA pertama ini tidak serta-merta karena merasa hebat tapi karena kepercayaan yang di berikan oleh senior juga teman-teman IMBATA. Saya juga yakin perempuan juga dapat memimpin dan hal lain yang membuat saya terkesan karena terpilihnya menjadi Ketua Umum IMBATA ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda,” ucap Ketua IMBATA terpilih itu.

Dengan dinakhodainya organisasi IMBATA satu tahun kedepan, gadis yang masih berkuliah di semester lima di Fakultas Hukum itu berharap perlu sinergi untuk bahu-membahu.

“Sebagai wadah kita semua, karena kebanyakan Mahasiswa Batak Kota Tarakan ini adalah perantau jadi disini kita bisa saling mengayomi dan membantu semua Mahasiswa Batak yang ada di Kota Tarakan ini karena kita adalah saudara,” imbuh Christin.

Christin berharap semoga nantinya IMBATA dapat berkembang lebih baik dan lebih besar lagi.

“Harapan lain saya IMBATA dapat berkembang lebih baik dan lebih besar lagi nantinya dan kamu dapat memberikan atau menjadi dampak yang baik dimanapun kami berada, juga dapat berkerja sama dengan organisasi yang ada untuk menjalin tali persaudaraan,” pungkasnya.

Penulis : GKS | YES