IBC, JAKARTA – Penanggulangan bencana covid-19, sebenarnya sudah sangat memeras tenaga dan pikiran Presiden Jokowi, belum lagi kritik-kritik tajam pihak oposisi yang tampak mengarah pada kinerja pemerintah.

“Jadi rasanya teramat tidak tepat jika antar sesama pendukung Presiden Jokowi, malah larut dalam berbagai konflik kepentingan seperti yang terjadi belakangan ini,” kata Ketua Umum Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) KH. Amran Hidayat Saragih melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi IBC di Jakarta, Sabtu (31/10/2020) pagi.

Saat-saat seperti ini, menurut KH. Amran HS sapaan akrab dia seharusnya jangan ada tekanan yang malah muncul dari dalam.

“Jeruk kok makan jeruk!” kelekarnya.

Amran mengungkapkam rasanya apa yang dibuat oleh Erick Thohir adalah sesuatu yang sudah ia pikirkan sebagai langkah terbaik.

“Beliau adalah pembantu Presiden yang pastinya bergerak sesuai arahan dan penugasan dari Jokowi. Terkadang saya heran melihat orang-orang yang belum juga memahami bahwa Bang Erick itu bukan bekerja tanpa izin Bos,” ungkapnya.

Kemudian mengenai bahwa hari ini ada rotasi dan pergantian di BUMN, Amran menyampaikan itu lumrah

“Ya lumrah dong. Kan enggak etis jika harus dia lagi dan dia lagi. Lama-lama jadinya dia lagi-lagi!” ungkapnya.

Dirinya menyampaikan seyogianya penumpukan jabatan pada satu tangan besar itu tidaklah baik,

“Yang mendukung Presiden itu tidak sedikit loh. Jadi apa salahnya berbagi? Kita yang sudah kenyang, harus memikirkan juga yang masih lapar,” celoteh Amran.

Sebab sepertinya, menurut Amran permasalahan ini tidak lagi masalah pendapat, tapi lebih lebih kepada “pendapatan”.

“Bukankah semua sepakat bahwa apa yang diperbuat hari ini adalah untuk rakyat? Lantas kenapa terlalu mementingkan kelompok sendiri!” ujarnya.

Selanjutnya Amran memaparkan Erick Thohir sudah sangat banyak berbuat di kementriannya, bahkan lebih dari itu, beliau merangkap beberapa tugas lain dalam rangka menjalankah perintah Presiden Jokowi.

Kurang apalagi sih? Maka sepertinya memang ada skenario yang dibuat-buat, agar image seorang Erick menjadi jelek di mata masyarakat dan Presiden. “Atas bawah kena hantam,” kata anak Medan,” paparnya.

Masih kata Amran sungguh mengherankan! Semua yang dikerjakan Erick dianggap salah.

“Mengganti ke yang lebih baik, salah. Melibatkan kementrian-kementrian jadi komisaris salah juga. Padahal tak ada yang bertentangan dengan aturan,” katanya lagi.

Prestasinya yang segudang, Amran kembali menjelaskan bahkan dalam waktu yang begitu singkat dan di tengah bencana.

“Sama sekali tidak dianggap sebuah kemajuan bagi mereka yang merasa kepentingan pribadi dan kelompoknya terabaikan,” jelasnya lagi.

Ia menyarankan bagi pihak-pihak yang merasa kurang simpati pada Pak Menteri (Erick Tohir – red), sebaiknya tatap muka langsung atau tabayun.

“Agar ada titik temu. Jangan terus saling serang di luaran. Nantinya orang luar yang akan bertepuk-tangan,” saran Amran.

Sebab setahu dirinya, setiap masalah tentu ada solusinya seperti setiap penyakit yang tentu ada obatnya.

“Apalagi bagi orang-orang elit, kan lebih baik elegan dan mendewasakan langkah, ketimbang bertindak seperti anak kecil,” ujar Amran.

Terakhir Amran menegaskan JBMI janji akan tetap kawal Erick Thohir.

“Aset BUMN harus terus dijaga. Sabar Bang Erick, pasti ada jalan untuk lepas dari ranjau dunia,” pungkasnya tegas.

Penulis : DS | YES