IBC, PALEMBANG – Pimpinan Cabang(PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Palembang menggelar Talkshow dengan tema Bicara Inspirasi Pemuda, Membangun Bangsa, Sumpah Aku Cinta Indonesia.

Kegiatan ini dibuka oleh Sultan Palembang Darussalam Iskandar Mahmud Badaruddin, berlangsung di Guns Coffee Palembang, Sabtu (31/10/20).

Hadir sebagai pembicara anggota DPD RI Amalia Sobri, Tokoh Pemuda Sumsel Ramlan Holdan, Penasehat PW Ansor Sumsel Harnoe Hoesprijadil dan Anggota DPRD Kota Palembang Harya Prathista Endhie dimederatori oleh Nawa.

Sultan Palembang Darissalam Iskandar Mahmud Badaruddin mengatakan kegiatan pemuda GP Ansor Kota Palembang dengan momentum yang luar biasa didalam tengah maraknya pertikaian dengan membicarakan kadrun, kampret, cebong yang tidak mencerminkan cinta kepada tanah air Indonesia dan cinta kepada persatuan dan kesatuan indonesia serta tidak bermatabat, beradat dan beradap karena Islam melarang untuk membuat gelar atau julukan saling menghina sesama manusia.

“Hadirnya pemuda milenial ini dengan kecintaan terhadap tanah air berharap pola pikir mereka yang sudah dewasa dapat membedakan mana yang baik dan buruk serta stop membicarakan kampret, kadrun, cebong agar NKRI harga mati,”imbuhnya setelah membuka acara talkshow.

Ditempat yang sama tokoh pemuda Sumsel Ramlan Holdan mengungkapkan dalam menghadapi era globalisasi masih ada yang mencoba-coba untuk mengganggu nilai-nilai nasionalisme.

“Maka kita harus meningkatkan loyalitas kepada negara ini serta didukung moral yang tinggi untuk mempertahankan nilai nasionalisme yang akan menghasilkan sebuah kedamaian karena tanpa kedamaian mana mungkin kita bisa menghadapi era globalisasi,” ucap Ramlan Holdan.

Ramlan menambahkan untuk menghadapi propaganda yang akan memecah belah bangsa Indonesia kita harus menanamkan nilai nasionalisme didunia pendidikan karena dari hasil survey Universitas Islam Negeri (Uin) Syarif Hidaytullah 60% guru agama terpapar intoleransi dimana mereka sudah mengajarkan kebencian disekolah-sekolah.

“Peran pemerintah untuk merumuskan kembali silabus ajaran keagamaan serta mengontrol guru-guru agama apakah ajaran silabus sudah benar atau tidak dengan nilai-nilai Pancasila ini,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES