IBC, SANANA – Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kadis PUPR) Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara Nursaleh Bainuru mengungkapkan lelah menduduki jabatan kadis.

Hal ini diungkapkannya saat melakukan audens bersama Pejabat (Pj) Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Idham Umasangaji dengan massa aksi demonstrasi yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati, Senin (2/11/2020) siang tadi.

Perlu diketahui massa aksi yang tergabung dalam Front Bersama terdiri dari Front Pemuda Pohea, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meminta Pj.Bupati Kepsul menyikapi 26 proyek bermasalah yang disampaikan oleh pansus DPRD pada Tahun 2019 yang membuat negara mengalami kerugian puluhan milyar rupiah.

Massa aksi juga meminta kepada Pj.Bupati Kepsul agar memblacklist perusahaan yang memonopoli proyek di Tahun 2019 dan tidak diikutsertakan dalam tender 2021.

Nursaleh Bainuru menyampaikan bahwa peroyek bermasalah ini ada yang sudah dikembalikan kerugiannya kepada negara.

“Untuk diketahui bahwa 26 item pekerjaan yang dilaporkan itu sebagian sudah dikembalikan oleh pihak ketiga kerugiannya kepada negara sehingga tidak semua kasus itu bermasalah dan tidak semuanya proyek itu dicairkan 100% karena ada yang baru cair 80% tak hanya itu soal Mesjid Pohea saya juga sudah mengusulkan dalam renjer untuk di aggarkan pada 2021 pekrjaanya harus tuntas dan nilainya 1.500.000.000.000-,,” ungkap Plt. Kadis PUPR Nursaleh Bainuru saat dimintai keterangan oleh Pj Bupati Sula Idham Umasangaji.

Selain itu, Nursaleh menegaskan bahwa dirinya lelah ketika mengurus pembagunan di Kabupaten Sula.

“Saya lelah, kalau hanya dianggarkan sedikit-sedikit tidak akan selesai,” tegasnya

Sementara itu slaah satu massa aksi, Rudi lewat kesempatan itu pula menyentil peryataan kadis PUPR yang mengeluh dengan kerja sebagai Kadis di Kepulauan Sula.

“Bapak bicara mau membagun sedangkan sebelum membagun bapak so (itu – red) bilang capek, bagimana mau tuntas kalau pemimpinnya saja sudah bilang capek duluan,” kata Rudi.

Penulis : Sarif | YES