IBC, KEPSUL – Ketua Front Pemuda Puhi Aya (FP2A) Rianto Kaunar menyentil Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula 2020 yang sampai saat ini belum dapat menyakini masyarakat Desa Pohea tentang penyelesaian Mesjid An-Nur Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara.

“Hal ini dilihat karena sejauh ini dari ketiga kandidat Bupati Kabupaten Kepulauan Sula 2020 yang telah melakukan kampanye sudah pada tahapan putaran kedua namun sejauh ini belum ada yang secara tegas menyampaikan permasalahan Mesjid An-Nur Desa Pohea,” katanya kepada wartawan IBC Biro Kepsul di kediamannya, Rabu (4/11/2020).

Rianto mengugkapkan kegelisihan terhadap calon pemimpin Kabupaten Kepulauan Sula periode 2020-2025 yang dalam kampayenya di Desa Pohea belum secara spesifik terkait kelanjutan Mesjid An-Nur Desa Pohea.

“Kasus Mesjid An-Nur Desa Pohea sudah kurang lebih satu tahun kami kawal, jadi kami masyarakat Desa Pohea berkeinginan besar agar pemimpin Sula kedepan bisa melihat dan memberi solusi persoalan mesjid ini hingga tuntas ,” ungkapnya.

Selain itu, Rianto menjelaskan masyarakat Pohea juga menginginkan agar calon kepala daerah Kabupaten Kepulauan Sula ketika berkampaye bisa meyakinkan masyarakat atas penaganan perkara Mesjid An-Nur Desa Pohea yang sampai saat ini kasusnya masih menjadi misteri,

“Kami juga berkeinginan agar Calon kepala daerah maupun jurkamnya ketika berkampaye harus serius berbicara tentag mesjid ini, Seharusnya program kerja terkait kelanjutan pembangunan masjid pohea yang harus disampaikan dalam tahapan kampanye bukan malah persoalan ini hanya dijadikan isu politik atau senjata ampuh saling menjatuhkan diantara pasanagan calon karna yang diinginkan masyarakat pohea adalah masalah mesjid itu terselesaikan dan warga bisa menggunakan beribadah dengan tenang tanpa kegelisahan,” jelasnya.

Perlu diketahui bahwa persoalan Mesjid An Nur sudah terjadi pada tahun 2016 namun hingga saat ini belum juga diselesaikan.

Berdasarkan informasi yang didapat bahwa masyarakat meminta Pemda Sula membongkar lantai dua Mesjid dan dibuat baru sehingga warga beribadah tidak lagi takut tertindas lantai beton yang goyah.

Penulis : Sarif | YES