IBC,  JAKARTA – Seandainya saja para superhero dari semesta DC Comiks dan Marvel benar-benar ada, mereka bakal pilih siapa ya, di Pilpres lalu? Trump atau Biden?

“Dari komik dan filmnya, aku buatkan kompas ideologi untuk beberapa superhero. Yuk, kita lihat siapa yang kira-kira bakal pilih Trump, siapa yang pilih Biden,” ujar Ken Budha Kusumandaru di akun Twitter pribadinya @kenndaru di Jakarta, Minggu (8/11/2020).

Ken Ndaru biasa dia dipanggil mengatakan Black Panther (T’Challa) yang menjadi Raja Wakanda tidak mempunyai hak pilih.

“Raja Wakanda, nggak pny hak pilih di Amrik. Tapi, demi membela kaum kulit hitam, dia bakal gelontor duit banyak buat kampanye Biden. Tentunya lewat tangan ketiga, keempat, kelima… biar nggak jadi skandal,” katanya.

Sementara itu, menurut dirinya Wonder Woman (Siapa)  dibesarkan dengan nilai-nilai demokrasi Yunani Kuno.

“Sekalipun monarkis, tapi nilai anti tirani kuat dalam tradisi Yunani Kuno. Lagipula, dia adalah a freaking Amazon, para pahlawan perempuan. Dia akan pilih Biden, sekedar karena dia anti misogininya Trump,” jelas Ken Ndaru.

Selanjutnya Ken Ndari menuturkan Magneto akan melakukan apapun untuk melemahkan masyarakat manusia dan mempertajam pertentangan antara manusia dan mutan.

“Trump adalah persis politisi yang dia butuhkan untuk mendorong perang terbuka antara mutan dan manusia. Magneto pilih Trump,” tuturnya.

Mantan anggota Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini menyebutkan Green Lantern yang memiliki nama Hal Jordan adalah veteran militer. Sepak terjangnya juga selalu bicara law and order, bahkan sampai ke titik ekstrim.

“Dia adalah Republikan garis keras. Mungkin dia tak setuju dengan Trump dalam bnyk hal, tapi dia butuh Trump untuk Make America Great Again,” sebut Ken Ndaru.

Menurut Tahan Politik (Tapol) pada jaman Suharto menjalaskan kalau Batman yang bernama Bruce Wayne adalah oligarki. Titik. Dia banyak bikin charity, tapi kalau Demokrat menang dan Big Tech-nya dia dipajaki tinggi, tamatlah karir dia sebagai Batman.

“Flash: What is your superpower, again? Batman: I’m rich (kutipan percakapan) . Batman akan pilih Trump,” jelas Ken Ndaru.

Ia melanjutkan Captain America adalah orang yang secara sosial konservatif, tapi dia toleran.

“Dia mungkin nggak bisa terima isu-isu macam aborsi atau LGBT, tapi dia bakal bela LGBT yang dirisak. Dan dia bakal menentang Proud Boys mati-matian. Dia bakal yakinkan orang untuk tidak pilih Trump, tapi mungkin dia nggak pilih BIden,” lanjut Ken Ndaru.

Lalu HULK yang merupakan tokoh pahlawan fiksi sewaktu-waktu dapat berubah menjadi makhluk bertubuh besar dan berwarna hijau, Ken Ndaru tidak berkomentar.

“HUUUULK! SMAAAAAASSSSHHHHH! Dah. Gitu aja,” ucapnya.

Captain Marvel yang sekalipun digadang-gadang sebagai ikon superhero perempuan, Ken Ndaru menegaskan pandangan politik Carol Danvers sebenarnya konservatif. Law and Order.

“Dia akan lihat BLM sebagai gangguan keamanan, sekalipun dia simpati pada isu yang diperjuangkan. Mungkin dia akan pilih Trump. Yang jelas tdk pilih Biden,” tegasnya lagi.

Bagaimana dengan Superman yang meruoakan ikon the American Way, Ken Baru kembali menjelaskan justru karena itu dia tidak akan simpati pada Trump.

“Pandangan politiknya lebih dekat dgn para Bapak Bangsa AS. Dia tidak akan terbuka menentang Trump, tapi mungkin diam-diem akan pilih Biden. Atau calon Independen,” jelas dia lagi.

Iron Man setelah mendapat pencerahan, Ken Ndaru mengatakan Tony Stark berubah dari oligarki persenjataan jadi oligarki humanis. Ia menambahkan dia akan berbenturan keras dengan Trump dalam soal Pemanasan Global dan tidak akan ragu mempermalukan Trump di depan umum kapanpun bisa.

“Iron Man akan pilih Biden,” kata Ken Ndaru dengan tegas.

Profesor X yang bernama Charles Xavier adalah pasifis sejati, menurut Ken Ndaru tidak akan menggunakan hak pilihnya, karena dia ingin bisa bekerja sama dengan siapapun yang terpilih jadi presiden, tapi mungkin dia akan terlibat dalam Pengawasan Pemilu, mencegah kecurangan pemilu.

“Profesor X golput,” ungkapnya.

Joker akan terlibat dalam BLM, dirinya mengatak akan berusaha mendorong aksi-aksi BLM ke arah kekerasan. Dia juga akan terlibat dengan kepolisian, mendorong agar polisi lakukan kekerasan terhadap demonstran.

“Dia akan pilih Trump, krn Trump bs membelah masyarakat jadi kubu2 yg siap lakukan kekerasan,” kata Ken Ndaru.

Deadpool tidak akan memilih, mantan aktivis 98 ini mengatakan karena dia lupa kapan hari pemilihan berlangsung.

“Pas nyampe TPS, udah tutup. Habis itu dia berusaha pakai mail-in ballot tapi dia anterin sendiri ke KPU. Jadi nggak diterima karena nggak ada cap posnya. Terus dia ngamuk dan X-Men terpaksa menangkapnya,” kata Ken Ndaru.

Aquaman sebagai orang yang nyaris bisa disebut anarkis, Ken Ndaru mengungkapkan Arthur Curry nggak akan peduli dengan siapa yang terpilih jadi presiden.

“Tapi dia akan berbenturan dengan Trump soal Pemanasan Global, karena itu pengaruh langsung ke laut tempat kerajaannya berada. Dia mungkin nggak pilih Biden, tapi dia anti-Trump,” ungkap dia.

Lalu Kan Ndaru kembali menjelaskan Greeb Arrow yang bernama Oliver Queen adalah orang kaya yang anti orang kaya.

“Dia bukan hanya akan pilih Biden, dia akan jadi pengawal pribadinya dan memberikan sumbangan besar untuk kampanye,” jelas dia.

Spiderman yang merupakan anak kulit putih miskin, kelas pekerja urban, sering mendapat kesulitan baik dari polisi maupun organized crime.

“Sudah pasti pilih Biden. Tp dia akan datangi Biden seusai pilpres dan bilang: “With great power, comes great responsibility.”,” tegas Ken Ndaru.

Ant Man yang bernama Scott Lang orang miskin, sering bergantung pada bantuan sosial pemerintah. Dia pasti tidak suka Trump karena memangkas banyak bantuan sosial , terutama Obama Care.

“Mungkin baru tahun ini dia memilih. Tapi dia tahu harus pilih Biden untuk pertahankan tunjangan sosialnya,” sebut Ken Ndaru.

Diakhir ciutannya Ken Ndaru bertanya kepada nitizen, apakah kamu setuju?

“Apa kamu setuju dengan penilaianku? Yuk, tubir…. wkwkwkk….,” pungkasnya.

Penulis : FA | YES

Foto : Google