IBC, JAKARTA – Miftah Maulana Habiburrahman atau yang lebih dikenal Gus Miftah merespon terkait penghinaan terhadap Habib Luthfi bin Yahya yang dilakukan Ustadz Maheer At-Thuwailibi.

“Ustadz Maheer, saya melihat anda itu seorang berkepribadian ganda, yang pertana anda kemarin (Jum’at, 13/11/2020 – red) berdebat dengan seorang wanita tepatnya Nikita Mirzani, gara-gara menurut anda mbak Nikita menghina seorang habib,” kata Gus Miftah melalui video yang diposting di akun Facebook pribadinya, Sabtu (14/11/2020).

Gus Miftah menambahkan permintaan Ustadz Maheer agar Nikita Mirzani menghormati adalah bagus.

“Anda minta kepada mbak Nikita untuk menghormati Habib itu bagus. Walaupun bahasa yang anda sampaikan menurut saya sama sekali tidak berakhlak, dan tidak bermoral dan tidak beretika,” tambahnya.

Selanjutnya Gus Miftah menegaskan tapi di sisi lain menghina seorang Habib.

“Tapi di sisi lain anda (Ustadz Maheer – red) justru menghinakan habaib dalam hal ini guru kami Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan. Saya jadi mikir ada apa dengan anda. Di satu sisi diminta untuk menghormati habaib tapi di sisi lain anda menghina seorang habaib,” tegasnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji ini menuturkan dirinya diajarkan para guru-gurunya untuk menhormati dzurriyah Nabi Muhammad.

“Saya diajarkan guru-guru saya untuk menghormati dzurriyah Nabi Muhammad, kenapa? karena mereka itu adalah ahli bait yang suci, mereka dikatakan tidaklah mencintai ahli bait kecuali mereka orang yang beriman dan bertakwa, tidak membenci ahli bait kecuali mereka orang munafik dan orang-orang durhaka,” tutur Gus Miftah tegas.

Kemudian Gus Miftah merasa heran Ustad, Maheer selalu saja memancing-mancing, dulu menghina Gus Dur (Abdurrahman Wahid – red) sekarang Habib Luthfi. Dirinya menegaskan jangan sampai kemudian ketika ada proses hukum ini dilaporkan, anda ditangkap polisi kemudian anda mengatakan ini namanya kriminalisasi ulama.

“Hai Ustadz Maheer mana ada kriminalisasi ulama kalau anda berbuat kriminal ditangkap sama polisi ini bukan kriminalisasi ulama tapi proaes hukun kepada ulama yang kriminil,” tegasnya.

Da’i kelahiran Lampung ini mengingatkan Ustadz Maheer untuk berhati-hati dan menghormati siapapun habibnya.

“Bisa jadi saya berbeda pendapat dengan Habib Rizieq tapi saya sangat menghormati beliau. Kenapa? Karena dikatakan haram masuk surga dengan orang-orang dzalim dan membenci para habaib. Saya sangat menghormati beliau dan saya punya prinsip hormati itu lebih didahulukan dibanding taat,” ucap Gus Miftah.

Kembali Gus Miftah menyatakan barangkali dirinya berbeda dengan salah satu habaib.

“Tetapi saya tidak mengurangi rasa hornat saya kepada para habaib. Itu pula yang diajarkan guru kami Maulana Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan,” ujar dia lagi.

Terakhir Gus Miftah mwnegaskan Habib Luthfi tidak akan merespon yang Ustadz Maheer katakan.

“Anda (Ustadz Maheer – red) catat gak mungkin Habib Luthfi merespon yang anda katakan karena beliau selalu memandang kita unatbya dengan kacamata kasih sayang. Maka penghinaanmu terhadap guru kami tidak akan pernah mengurangi kemuliaan guru-guru kami. Tapi awas kalau ini terus anda lakukan, umat yang kemudian tidak terima yang anda sampaikan,” pungkasnya sambil mengingatkan.

Perlu diketahui Ustadz Maheer menjawab komentar netizen yang menyatakan bahwa Ustadz Maheer lebih cantuk kalau pakai hijab, kemudian ia memposting foto Habib Luthfi yang memakai peci berwarna putih ditutupi sorban putih juga dengan tulisan “Ia tambah cantik pake Jilbab. Kayak Kyai nya Banser ini ya.😊”.

Penulis : FA | YES