IBC, SUMSEL – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kontraktor Nasional (DPD Askonas) Sumsel periode 2020-2025 gelar Musyawarah Daerah (Musda) III dengan tema Membina Anggota Menuju Program Pengembangan Usaha Berkelanjutan dibuka oleh Asisten II Pemerintah Provinsi Sumsel Yohanes di Hotel Santika Premiere Palembang, Rabu (18/11/2020).

Asisten II Pemda Provinsi Sumsel Yohanes H Toruan mengharapkan para kontraktor kita khususnya Sumatera Selatan kualitasnya semakin meningkat dengan demikian kemampuan daya saingnya pasti lebih meningkat untuk pelaksanaan kontruksi tahun depan.

“Kita yakin seusai covid ini menurut analisa mudah mudahan bulan juni ekonomi akan membaik pembangunan akan meningkat dan kontruksi akan berjalan,” harap Yohanes

Sementara Ketua Lembaga Pengambangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD) Sumsel, Sastra Suganda menjelaskan Musda ini dilaksanakan untuk memilih Ketua DPD baru dan membuat keputusan baru di tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

“Musda berjalan sesuai AD/ART Organisasi, dalam hal ini Askonas salah satu asosiasi yang berada di bawah LPJK. Anggota Askonas ini cukup banyak di bawah Gapensi, Askonas ini di urutan kedua,” ungkap pembina Askonas Sumsel ini.

Ditinya melanjutkan diwaktu yang sama Ketua DPD Askonas Sumsel terpilih Rusmin Manai Gani pada Musda III ini mengatakan kebetulan kepengurusan yang lalu itu banyak hal-hal positif yang sudah kita lakukan diantaranya sebaran anggota sudah lumayan artinya menjadi peringkat ke-2 dari 25 asosiasi badan usaha kontruksi yang ada di Sumsel dan peringkat ke-3 nasional.

“Asosiasi yang lulus akreditasi itu bisa mensertifikasi anggotanya sesuai dengan amanah UU no 2 tahun 2007 tentang jasa kontruksi pasal 30,” lanjut Sastra.

Terakhir Rusmin menambahkan kedepannya LPJK tidak lagi melakukan sertifikasi cukup Asosiasi yang sudah terakreditasi namun untuk registrasi nya tetap ke LPJK karena LPJK adalah representasi dari kemenentrian PUPR. Artinya lembaga di bawah Kementrian PUPR yang khusus menangani masalah sertifikasi.

“Tahun 2021 mudah mudahan bisa kita mulai masih menunggu peraturan yang mengatur tentang lembaga sertifikasi badan usaha jasa kontruksi maupun profesi,” tutup Rusmin.

Penulis : Zul