IBC, BOBONG – Pernak-pernik lampu taman yang menyinari bunga-bunga hias yang kemudian dipadukan dengan cat warna-warni semakin memancarkan keindahan Taman Kota Bobong. Ditemani air goraka (air jahe – red) dan pisang goreng semakin menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Usai direnovasi beberapa waktu lalu, hingga kini telah difungsikan kembali, taman kota yang terletak di Jalan Taher Mus, Kota Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, telah berhasil menjadi destinasi wisata baru yang mengundang siapa saja untuk datang baik sekeluarga, pasang kekasih, maupun pada kaum muda-mudi yang ingin menikmati ruang terbuka

Hal ini bisa kita saksikan, dimulai ketika sang fajar menampakan cahayanya, Taman Kota Bobong perlahan-lahan sudah didatangi orang-orang yang sengaja bermaksud melakukan olahraga di pagi hari, adapun aktivitas bersantai disini karena selain ruang terbuka, taman kota memberikan udara segar yang dirasa mampu dapat menjernihkan pikiran dan hati yang sedang resah atau galau

“Setelah taman ini dipugar kembali, saya sering datang berolahraga ringan, maupun santai-santai saja. Ruang terbuka yang dipadukan warna-warni memberikan kenyamanan dan hiburan setiap saat untuk rileks, karena dekat kota,” kata Yoga seorang pengunjung beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, dirinya mengaku, taman ini menjadi tempat faforit yang sering dia kunjungi dalam sepekan ini usai taman direnovasi.

“Saya hampir tiap hari mau kesini, baik untuk olahraga atau bersantai-santai saja,” ujar dia.

Tidak sebatas itu, jika dilihat seksama Taman Kota Bobong ini juga telah memberikan efek ekonomi disekitarnya, mendatangkan peluang-peluang usaha baru, seperti dagangan makan ringan maupun aneka minuman sebagai pelengkap, sebagaimana taman pada umumnya. Hal ini dapat kita lihat para pelaku usaha yang mulai membuka daganganya di sekitar area taman.

Seperti yang diungkapkan Anti, salah satu penjual gorengan dan minuman ketika sempat ditanya, dirinya pun mengaku bahwa usahanya yang terhitung baru digelutinya, sudah mampu mendatangkan rejeki bagi dia, hal ini dikarenakan pengunjung taman yang terus berdatangan baik di waktu pagi hingga malam.

“Taman kota Bobong membuka peluang bagi pelaku usaha kecil yang terbilang baru seperti kami,” imbuh Roni

Diantara menu yang dijual Anti, menawarkan aneka minuman, namun dirinya mangatakan yang paling laris dipesan adalah Air Goraka (Minuman rempah khas Maluku Utara – red) dan aneka gorengan karena dipatok dengan harga yang sangat terjangkau.

“Biasanya pengunjung di malam hari kalau datang di taman lebih banyak memesan air goraka, karena kata pengunjung bisa menepis hawa dingin,” terang Anti.

Keindahan Taman Kota Bobong yang warna-warni makin terlihat ketika lampu-lampu dinyalakan. Foto : IBC

Kita dapat temukan perbedaan di saat waktu pagi dengan menjelang malam, keramaian di taman ini biasanya terlihat memuncak ketika saat jelang malam tiba.

Banyaknya pengunjung malam, hingga kita bisa dapati disini anak-anak kecil yang riang berlarian kesana-kemari, pasangan muda-mudi yang duduk melingkar, ada juga yang terlihat seorang diri namun nampak santai menikmati kemerlap malam di Kota Bobong

Namun keramaian ini pun perlahan-lahan menjadi soal, mengingat saat ini kita masih diselimuti musim pandemik. Yang dimana kita diatur agar menjaga jarak dan hindari kerumunan untuk memutus mata rantai virus ini.

Oleh karena itu, aparat gabungan yang terdiri TNI Polri, Satpol PP dan Damkar serta BPBD Taliabu, Dishub Taliabu, kerap melakukan penjagaan dan penilangan masker di area taman yang sudah secara resmi ditetapkan sebagai daerah wajib masker

“Kami para petugas akan terus melakukan penjagaan di area-area yang telah ditetapkan sebagai daerah wajib masker, menegur warga yang tidak tertib saat berada di area taman dan di tempat-tempat berkumpul lainnya,” kata Kepala Satpol PP, Haruna Masuku saat melakukan monitoring area bersama beberapa aparat

Lewat kesempatan ini, dirinya pun mengimbau kepada warga agar dapat mentaati aturan terkait pencegahan dan memutuskan mata rantai virus Covid-19 yang telah dituangkan dalam peraturan bupati.

“Saya berharap agar warga yang mengunjungi taman agar selalu memakai masker, dan hindari kerumunan, meninmal menjaga jarak saat berkerumun,” pinta Haruna, pria yang tidak pernah kendor dalam melakukan penjagaan masker ini di taman kota.

Meski malam mulai menyapa hingga larut, semangat tim aparat gabungan ini tetap terjaga dan tidak letih-letihnya menjaga area wajib masker, upaya sosialisi hingga penindakan ini terus gencar dilakukan karena merupakan wujud dari fokus Pemerintah Daerah Pulau Taliabu saat ini dalam menghadapi musim pandemi Covid-19

Beranjak dari hiruk-pikuk kesadaran bermasker, hingga para aparat yang sibuk menilang warga karena masih minim sadar bermasker. Kita bisa melihat dari sisi seberang jalan taman, nampak para penjual gorengan dan aneka minuman juga terlihat sibuk menyajikan olahan dagangan kepada para pemesan yang merupakan pengunjung taman.

Walaupun taman kota ini yang masih dalam proses renovasi, hal ini sudah mampu memberikan hiburan tersendiri di hati para pengunjung, dengan menawarkan segala kenyamanan, terlebih penjual gorengan dan minuman semakin melengkapi. Taman Kota Bobong ini menambah deretan Ikon Kota yang wajib dikunjungi saat tiba di Kota Bobong. Selamat mencoba!

Penulis : Tim | YES