IBC, PELALAWAN – Seorang buruh pekerja di perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) PT.Musim Mas yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan, Riau, meninggal dunia saat tengah bekerja meruning (melepas – red) pelepah sawit.

Pria paruh baya tersebut meninggal diduga akibat menahan sakit saat sedang bekerja. Menurut informasi yang beredar ditengah-tengah masyarakat, korban yang diketahui bernama Fanotana Hulu bekerja dalam kondisi masih sakit.

Diduga ada paksaan untuk tetap bekerja meskipun kondisi kesehatan korban sedang memburuk. Cuitan akun bernama Eduar Hulu di medsos Facebook disitu sebutkan bahwa Staff Divisi E diduga memaksa korban untuk tetap bekerja membuang pelepah sawit.

Forum solidaritas peduli mahasiswa terhadap Buruh (FSPMB) Kabupaten Pelalawan, mendapati berita duka tersebut, berencana akan melakukan aksi unjuk rasa di pabrik raksasa tersebut pada Rabu (25/11/2020) esok.

Koordinator umum yang sekaligus sebagai Ketua FSPMB, Tuahid Ma’rifatullah membenarkan rencana aksi tersebut.

“Ada beberapa hal tuntutan kita terhadap pihak PT Musim Mas dalam unjuk rasa besok (Rabu 25 November 2020 – red),” jelas Tauhid kepada IBC Biro Pelalawan melalui What’sApp pada Selasa (24/11/2020) pagi.

Inilah tuntutan yang akan disampaikan FSPMB:

  1. Buka kebenaran/fakta penyebab meninggalnya pekerja/buruh PT. Musim Mas saat bekerja di lokasi kerja
  2. Buka Seluruh peraturan perusahaan PT. Musim Mas untuk para pekerja dan kesepakatan bersama pekerja dan perusahaan.
  3. Meminta untuk Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) mengusut tuntas meninggalnya pekerja yang kehilangan nyawa saat bekerja dilokasi kerja.
  4. Berikan seluruh hak pekerja yang telah meninggal dan berikan tanggungjawab PT. Musim Mas kepada pekerja yang telah meninggal tersebut.

Kematian tenaga buruh tersebut menjadi tamparan keras terhadap Disnaker Pelalawan untuk lebih serius dalam melakukan pengawasan terhadap standard kerja oleh pihak perusahaan.

Tewasnya seorang buruh yang dipaksa bekerja dalam keadaan sakit, menjadi preseden buruk bagi kinerja Disnaker Pelalawan dalam menjalankan tupoksinya.

Sementara itu Humas perusahaan, Hendri Sitepu membantah adanya tudingan tersebut. Menurutnya berawal dari postingan Eduar di akun facebooknya pada beberapa waktu lalu menjadi opini liar di masyarakat.

“Itu tidak benar bang, Eduar juga sudah mengklarifikasi atas postingan di facebooknya, persoa7ini juga sedang ditangani pihak rumah sakit dan kepolisian,” jelas Hendri Sitepu menjawab konfirmasi biro Indonesia berita melalui telepon.

Hingga berita ini tayang Redaksi belum mendapatkan informasi dari pihak kepolisian dan puskesmas terkait penyebab kematiannya.

Penulis : Faisal : YES