IBC, JAKARTA – Pimpinan Pusat Forum Generasi Muda Seluruh Indonesia (Formasi) Ibnu Kaban mengkritik langkah TNI terjun langsung menurunkan baliho Habib Rizieq Syihab (HRS).

“Tugas dan fungsi TNI yang jelas berbeda dengan Polri saat ini,” katanya dengan tegas melalui keterangan tertulis kepada IBC di Jakarta, Selasa (24/11/2020) siang wib.

Ibnu menyatakan mendukung semboyan TNI dan Polri bersatu.

“Namun, harus menolak tugas TNI sama dengan Polri,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Formasi Surabaya Shendy Yafet South menegaskan tak ingin Bangsa Indonesia lupa dengan sejarah.

“Sebab, ABRI telah dikoreksi dengan mengeluarkan Polri. Indonesia adalah negara hukum dan dikelola secara sipil. Militerisme masa lalu,” ungkap Shendy tegas.

Ketua Pimpinan Pusat Bidang Hukum Formasi Tri Kaban menyatakan merasa heran setelah 20 tahun lebih reformasi, marak pejabat militer masuk dalam demarkasi pengelolaan negara sipil ini.

“Kalau saya jadi Menhan, ini adalah ‘lampu kuning’ ditabraknya rambu-rambu militer dalam demokrasi. TNI harus ngerti bahwa tugas dia di tengah rakyat adalah memelihara perdamaian,” ujar Tri.

Kembali kepada Ibnu, dirinya menduga ini terjadi karena slogan ‘TNI dan Polri bersatu’ telah dimaknai sebagai bersatunya fungsi keduanya. Hal ini yang disayangkan dan dianggap cukup menyedihkan

“Sebagaimana militer berperang bukan untuk membunuh lawan, tapi untuk menjaga perdamaian,” papar Ibnu.

Ia melanjutkan falsafah TNI adalah tentara rakyat dan hidup bersama rakyat adalah benar-benar karena TNI lahir dari pergolakan patriotik membela bangsa dan negara.

“Itulah yang membuat TNI selalu dinanti. Dan TNI telah membuktikan kesigapannya membersamai kesulitan hidup rakyat di daerah bencana dan lain-lain,” lanjut Ibnu.

Sejak konferensi pers panglima TNI kemarin dan tindakan offside Pangdam Jaya itu, Ibnu menuturkan tidak saja melukai nilai-nilai dasar kelahiran TNI sebagai tentara rakyat, tapi juga sumpah prajurit dan sapta marga.

“TNI harus berada di luar politik dan menghormati hukum. Hukum negara bukan hukum rimba,” tuturnya.

Mereka (Ibnu kaban, Tri kaban dan Shendy Yafet South – red) pun mengajak semua pihak menahan diri dan saling bersatu.

“Bukan malah memicu pergolakan yang tidak wajar. Terlebih, saat ini sudah mendekati Pilkada serentak yang perlu menjadi perhatian bersama,” tandas mereka.

Penulis : FA | YES