IBC, JAKARTA – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  KH Miftachul Akhyar terpilih menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 2020-2025.

Kiai Miftach secara resmi menggantikan KH Ma’ruf Amin berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) X MUI yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (26/11/2020) malam.

“Munas juga menetapkan sejumlah nama untuk menduduki posisi wakil ketua umum yaitu Buya Anwar Abbas, KH Marsyudi Suhud dan Buya Basri Bermanda,” kata ketua tim formatur Kiai Maruf dalam keterangannya, Jumat (27/11/2020).

Ma’ruf menjelaskan pemilihan ketua umum MUI berjalan dengan baik, suasana pun cair dan tidak terjadi ketegangan yang alot. Pemilihan tersebut melalui rapat tertutup 17 tim formatur dengan mengikuti protokol kesehatan dan menjalani rapid test.

“Suasananya sangat cair, tidak alot, sehingga alhamdulillah pertemuaan hasilkan keputusan Dewan Pengurus Harian dan Dewan Pertimbangan. Hasilnya tidak boleh diganggu gugat,” tegasnya.

Dirinya mengibaratkan MUI seperti kereta api yang memiliki rel atau jalan dan memiliki rute serta tujuan yang jelas.

“Setiap orang yang berada di dalamnya harus ikut dengan masinis. Bersama-sama menuju tujuan yang sudah ditetapkan. Orang yang tidak sesuai dengan tujuan dan jalan yang harus dilalui, sebaiknya tidak naik kendaraan MUI. Sebaiknya dia menggunakan kendaraan lain saja yang lebih sesuai dengan selera dan keinginannya,” ujar Ma’ruf.

Sementara itu Ketua MUI terpilih KH Miftachul Akhyar mengatakan kita sebagai pewaris para anbiya, untuk bisa memberikan pencerahan pada umat sekaligus tanggung jawab kita sebagai mitra pemerintah.

“Situasi kondisi yang mungkin bisa disebut sebagai zaman disrupsi teknologi merupakan kewajiban kita sebagai pewaris para anbiya, untuk bisa memberikan pencerahan pada umat sekaligus tanggung jawab kita sebagai mitra pemerintah,” kata Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya ini.

Miftah menambahkan sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, diharapkan MUI mampu memberi solusi dengan pelbagai kontribusinya bagi kehidupan dunia saat ini.

“Indonesia yang merupakan negara terbesar penduduk muslimnya, ini betul-betul bukan besar jumlahnya, tapi produknya yang saat ini dinantikan oleh bangsa di seluruh dunia saat ini,” tambahnya.

Selain menetapkan kepengurusan, MUI juga menetapkan sejumlah fatwa. Ada 5 fatwa yang ditetapkan dalam Munas X MUI. Berikut lima fatwa hasil Munas X MUI:

1. Fatwa tentang Penggunaan Human Diploid Cell untuk Bahan Produksi Obat dan Vaksin
2. Fatwa tentang Pendaftaran Haji Saat Usia Dini
3. Fatwa tentang Pemakaian Masker Bagi Orang Yang Sedang Ihram
4. Fatwa tentang Pembayaran Setoran Awal Haji Dengan Utang dan Pembiayaan
5. Fatwa tentang Penundaan Pendaftaran Haji Bagi Yang Sudah Mampu

Berikut susunan pengurus MUI periode 2020-2025:

Dewan pertimbangan

Ketua Dewan Pertimbangan: Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin

Wakil Ketua: Prof. Syafiq A Mughni
Wakil Ketua: KH Zainut Tauhid Sa’adi
Wakil Ketua: Prof. Dr. Hamdan Zulfa
Wakil Ketua: Prof. Dr. Didin Hafiduddin
Wakil Ketua: KH Anwar Iskandar
Wakil Ketua: Habib Zen Umar bin Smith
Wakil Ketua: Prof. Dr. H. Jimmly Asshiddiqy
Wakil Ketua: KH Sadli Karim
Wakil Ketua: KH Masdar Farid Masudi
Wakil Ketua: KH Abun Bunyamin
Wakil Ketua: Dr. H. Ahmad Heryawan Lc, M.SI
Wakil Ketua: Prof. Dr. H Masykuri Abdillah
Wakil Ketua: KH. Muhyidin Djunaidi, MA

Sekretaris: Prof. Dr. Dadang Kahmad

Wakil Sekretaris: KH. Zulfa Mustofa
Wakil Sekretaris: Prof. Mukhtar Latif
Wakil Sekretaris: Prof. Maman Abdurrahman

Dewan Pimpinan MUI

Ketua Umum: KH. Miftachul Akhyar

Wakil Ketua Umum: Dr. Anwar Abbas, MM, M.Pd
Wakil Ketua Umum: KH. Marsyudi Syuhud
Wakil Ketua Umum: Drs. H Basri Barmanda, MBA

Ketua: KH Masduki Baidlowi
Ketua: Dr. H Yusnar Yusuf Rangkuti
Ketua: Prof. Dr. H Noor Achmad
Ketua: KH Abdullah Jaidi
Ketua: KH Afifuddin Muhajir
Ketua: Dr. KH. Sodikun
Ketua: Dr. H Lukman Hakim
Ketua: Drs. KH Sholahuddin Alaiyubi
Ketua: Prof. Amany Lubis
Ketua: KH. Khalil Nafis
Ketua: Prof. Dr. Jeje Zainuddin
Ketua: Dr. Asrorun Niam Sholeh
Ketua: Dr. Sudarnoto
Ketua: Prof. Utang

Sekretaris Jenderal: Dr. Amirsyah Tambunan

Wasekjen: Dr. Fahrur Rozi
Wasekjen: Abdul Ghani
Wasekjen: Habib Ali Hasan Bahar
Wasekjen: Rofiqul Umam Ahmad
Wasekjen: Azrul Tanjung
Wasekjen: Asrori S Karul
Wasekjen: Ikhsan Abdullah
Wasekjen: Arif Fakhrudin
Wasekjen: M Ziyad
Wasekjen: Isfah Abdul Azis
Wasekjen: Dr. Badriyah Fayumi
Wasekjen: Dr. H. Pasni Rusli
Wasekjen: Dr. Abdul Ghofar Rozin
Wasekjen: Prof. Dr. Valina Singka

Bendahara Umum: Misbahul Ulum
Bendahara: Dr. H Eman Suryaman
Bendahara: Dr. Rahmat Hidayat
Bendahara: Trisna Ningsih Juliani
Bendahara: Jojo Sutisna
Bendahara: Erni Yuliana

Penulis : DS | YES