IBC, PELALAWAN – Petugas yang menjaga Istana Sayap atau kerajaan Pelalawan itu menjelaskan bahwa untuk merawat kebersihan saja mereka harus meminta sabun kepada masyarakat setempat.

“Kami sudah ajukna dalam bentuk proposal kepihak Pemerintah daerah melalui UPTD Dispora pak, tapi yang dikirim hanya Sapu,” ungkap Petugas istana Sayap yang juga maish keturunan dari Pembesar Pelalawan itu kepada IBC Biro Pelalawan, Minggu (29/11/2020) siang.

Ketua Bidang Penelitian Pekan Tua LesTari (PATAR), Abdul Murat mengatakan sangat prihatin terhadap ikon sejarah Pelalawan tersebut.

“Kita prihatin ya, ini istana Sayap merupakan bangunan bersejarah. Tapi yang kita lihat hari ini bukan seperti Istana, lebih mirip bangunan kosong yang sudah lama tak dihuni,” terang Abdul Murat kepada IBC Biro Pelalawan sambil menjelaskan.

Menurut petugas yang menjaga Istana Sayap saat bincang-bincang dengan PATAR, pihaknya sudah mengajukan untuk perawatan istana, termasuk mesin potong rumput. Namun tidak terkabulkan.

IBC Biro Pelalawan belum berhasil menemui UPTD seperti yang disampaikan oleh petugas Istana Sayap guna mendapatkan informasi kebenarannya.

Penulis : Faisal | YES