IBC, PELALAWAN – Pemberitaan sebelumnya yang mengangkat tentang kondisi menyedihkan ikon sejarah dan cagar budaya Kabupaten Pelalawan, sebuah bangunan Istana Sayap yang merupakan peninggalan sejarah Kerajaan Pelalawan (Pekan Tua), disanggah oleh penanggung jawab Istana Sayap, Anwar Rahman.

Anwar menjelaskan bahwa kondisi Istana Sayap saat ini memang memerlukan perhatian lebih dari semua pihak. Namun dirinya menolak disebutkan adanya pernyataan bahwa persoalan kebersihan untuk Istana Sayap meminta bantuan dari masyarakat.

“Persoalan kebersihan untuk membeli sabun yang meminta kepada masyarakat itu tidak benar, dan bukan seperti rumah kosong, istana sudah dijaga sebagaimana mestinya oleh 10 orang pegawai,” kata Anwar sambil menjelaskan.kepada IBC Biro Pelalawan melalui pesan whatsapp pada Senin (30/11/2020) malam.

Salah satu keturunan pembesar Pelalawan, Tengku Toni Iswanto mengatakan bahwa persoalan tidak adanya kebersihan dan analogi bagai rumah kosong tidak berpenghuni menurutnya tidak benar.

“itu tidak benar, pemeliharaan memang masih kurang, tonggal bagaimana dana operasionalnya saja bisa disediakan untuk kebersihan Istana Sayap dari dinas terkait,” jelas Tengku Toni dalam realisnya.

Papan nama Istana Sayap yang berkarat membuatnya tidak terbaca. Foto : Faisal/IBC

Koordinator Penelitian dan Kampanye PATAR, Abdul Murat menjelaskan persoalan yang dimaksud dalam sebuah berita sebelumnya yang berjudul “Peneliti PATAR Prihatin Bangunan Sejarah Kerajaan Pelalawan Tidak Terawat”, merupakan sebuah kalimat Analogi yang memiliki arti berbeda dari kalimat adanya.

“Saya katakan kondisi istana lebih mirip bangunan lama tidak berpenghuni, maksudnya yaitu karena kita lihat kondisi diluar istana rumput tumbuh subur, kotoran kalelawar dibeberapa tempat, ada bagian bangunan yang bolong-bolong, plang berkarat sudah nyaris tidak terbaca lagi,” jelas Abdul Murat kepada IBC Biro Pelalawan melalui sambungan telepon pada Senin (30/11/2020) malam.

Penulis : Faisal | YES