IBC, SUMSEL – Launching 1000 buku hasil karya penulis se-Sumatera Selatan dan peluncuran program one teacher one innivation oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru bersamaan dengan peringatan Hari Huru Nasional ke-75 tahun 2020 diselenggarakan di gedung serbaguna (Sekolah Menengah Kejuruan Negeri) (SMKN) 2 Palembang, Rabu (2/12/2020).

Herman Deru mengatakan peringatan Hari Guru Nasional ke 75 ini jangan sekedar seremonial saja atau cuma berulang tahun saja tapi guru harus produktif karena hari ini guru meluncurkan 1.000 judul buku serta bertekad one teacher one inovation.

“Jadi pada peringatan hari guru nasional ke-76 nanti, saya tagih apa inovasi yang dibuat guru dari semua tingkatan baik dari SD, SMP hingga jenjang SMA dan SMK dan mudah-mudahan inovasinya bermanfaat,” katanya.

Sementara itu, di tempat yang sama Kadin Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sumsel Riza Pahlevi menjelaskan one teacher one innovation diharapkan satu guru wajib mempunyai innovasi dengan kata lain itu bukan mudah menyebutkan tetapi mereka sudah mempunyai motivas, karena tanpa one teacher one innovation seorang guru itu akan ketinggalan.

“Dengan adanya pandemi covid-19 mereka banyak tertegur karena work from home tetapi sekarang mengajar dari kantor atau ruangan guru dan mereka berpikir dari pada banyak waktu kosong lebih baik menulis dan berhasil menghasilkan 1000 judul buku,” ungkap Riza.

Ia menambahkan one teacher one innovation harapan dari Gubernur Sumsel mudah-mudahan itu bukan hanya sebutan lounching-lounching saja secara siremonial tetapi sudah ditanamkan kepada guru, kok siswanya bisa berinovasi apalagi guru.

“Dari Diknas Sumsel menginginkan inovasi seperti jaringan aplikasi online (jengkol) bagaimana untuk menghindari yang manual agar seperti sebuah aplikasi sehingga tidak ketinggalan dari orang -orang dari jawa karena kita mampu,” harap Riza.

Terakhir Riza mengatakan pada bulan januari berdasarkan surat edaran dari Gubernur untuk melaksanakan sekolah tatap muka kembali yang diedarkan ke kabapaten kota Sumsel sesuai dengan edaran empat menteri dimana bukan diwajibkan tapi diperbolehkan yang diserahkan kembali kepada daerah dalam hal ini kepala wilayah provinsi.

“Untuk kota Palembang dimana pihak gugus tugas siap menerima izin dari pihak sekolah yang sudah menyiapkan infrastruktur protokol kesehatan (prokes) dan mengadakan rapat dengan koordinasi bersama komite sekolah dalam hal ini orang tua wali siswa untuk menyepakati antara tatap muka dengan Daring,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES