IBC, MEDAN – Pemusnahan barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu seberat 30 Kilogram (Kg) asal China dan Malaysia oleh Satuan Narkoba Polrestabes Medan bertempat di halaman Sat Narkoba Polrestabes Medan,Selasa (22/12/2020) sekira pukul 12:00 WIB.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji didampingi oleh Wakasat Narkoba Kompol Dolly Nelson Nainggolan bersama Kanit l,Kanit ll,Kanit lll dan para penggiat Narkoba.

“Barang bukti sebanyak 30 Kilogram Narkoba jenis dabu-sabu asal China dan Malaysia dimusnakan dengan cara dilarutkan dalam rebusan air panas yang mendidih menggunakan kompor Gas,dan disaksikan penggiat Narkoba,BNN pusat,serta para Media,” kata Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji saat konperensi pers.

Irsan Sinuhaji mengatakan barang bukti yang dimusnahkan dengan cara direbus.itu adalah milik gembong narkoba negara Malaysia – Aceh – Medan – Palembang bernama Abdul Rahman (25) warga Jalan Banten No199, Kelurahan 16 Hulu, Kecamatan Seberang Hulu II, Palembang, Sumatera Selatan.

“Dari pelaku petugas berhasil menyita barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 30 kilogram,” katanya.

Selanjutnya Irsan menyampaikan pada saat penangkapan pelaku sempat melawan dan melakukan penyerangan terhadap petugas.

“Dimana petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur menembak komplotan narkoba tersebut. Penangkapan serta penembakan Gembong Narkoba dipimpin langsung PS Kasat Narkoba Polrestabes Medan Kompol Doli Nelson Nainggolan,” imbuhnya.

Dirinya menjelaskan dimana pengungkapan berawal tepatnya hari Selasa (1/12/2020 ) sekitar pukul 20.00 WIB petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka Abdul Rahman di lobby Hotel dan pada saat dilakukan pengeledahan ditemukan barang bukti 30 bungkus besar sabu-sabu kemasan Teh hijau seberat 30 kilogram.

“Dari hasil keterangan pengakuan tersangka,barang haram tersebut didapat dari seorang pria yang mengaku bernama Black (DPO),” jelas Irsan.

Kemudian Irsan menyatakan bahwa Para pelaku merupakan jaringan Malaysia-Aceh-Medan-Palembang, selanjutnya petugas melakukan pengejaran ke arah seputaran Binjai

“Pada saat penangkapan dalam perjalanan tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas dengan cara merampas senjata api petugas sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas keras dan terukur dengan menembak ke arah dada tersangka. Selanjutnya membawa tersangka ke RS Bhayangkara Tingkat II Medan untuk mendapat pertolongan medis namun dalam perjalanan tersangka menghembuskan nafas terakhir dan meninggal dunia dalam perjalanan,” pungkasnya tegas.

Penulis : Rudolf Tobing | YES