IBC, JAKARTA – Dengan penuh syukur kita telah meninggalkan tahun 2020 dengan segala pergumulannya. Kini kita memasuki tahun 2021 dengan sikap optimistis dan berpengharapan, sekalipun pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan global yang harus kita tanggulangi bersama.

Kita patut bersikap optimistis karena melihat berbagai upaya global yang tengah dilakukan sungguh-sungguh untuk memutus mata rantai sebaran virus Corona, maupun membangun sistem kekebalan tubuh masyarakat di tengah situasi pandemi ini. Kita meneguhkan pengharapan, karena kita yakin bahwa panggilan kita untuk membela dan merawat kehidupan di tengah situasi pandemi ini adalah bagian dari partisipasi kita dengan Allah pemilik kehidupan yang terus bekerja untuk mendatangkan pemulihan bagi bumi ciptaan-Nya.

Menyikapi upaya penanggulangan Covid-19 melalui pengadaan vaksin dan rencana vaksinasi oleh pemerintah, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengimbau gereja-gereja untuk memberikan dukungan optimal bagi pelaksanaannya.

“Tentunya dukungan ini diberikan dengan tetap memperhatikan penerapan persyaratan minimal bagi upaya vaksinasi, termasuk batasan usia yang disyaratkan,” kata Majelis Pekerja Harian PGI Ketua Umum Pdt. Gomar Gultom melalui keterangan tertulisnya yang diterima IBC di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Terkait hal ini, Gultom menyampaikan PGI meminta pemerintah untuk meningkatkan edukasi dan literasi secara kontinu dan merata bagi masyarakat luas dengan memanfaatkan semua jejaring sosial sebagai media dan medium sosialisasi.

Ia menambahkan edukasi publik yang diharapkan menyangkut distribusi vaksin, pelaksanaan vaksinasi, efektivitas vaksinasi, termasuk kemungkinan kontra indikasi dan
penanganannya yang telah dipersiapkan.

“Kepada gereja-gereja disarankan untuk berkoordinasi dengan pemerintah dan instansi teknis yang bertanggungjawab untuk melaksanakan vaksinasi di
wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Gultom menyatakan tak dapat disangkali berkembangnya berbagai rumor saat ini yang meragukan efektivitas tindakan vaksinasi.

“Hal ini seharusnya memantik sikap kritis kita untuk melakukan klarifikasi pada saluran-saluran resmi pemerintahan dan instansi teknis terkait, dan tidak mengembangkan kekhawatiran tanpa verifikasi informasi yang jelas,” tuturnya.

Selanjutnya Gultom menjelaskan kesediaan Presiden Joko Widodo serta para tenaga medis untuk menjadi pihak pertama yang menerima tindakan vaksinasi patutlah dilihat sebagai upaya membangun kepercayaan publik dalam pelaksanaan vaksinasi secara luas.

“kesediaan Presiden Joko Widodo serta para tenaga medis untuk menjadi pihak pertama yang menerima tindakan vaksinasi sebagai upaya membangun kepercayaan publik dalam pelaksanaan vaksinasi secara luas,” jelasnya.

Lebih lanjut Gultom memaegaskan PGI dengan sungguh-sungguh mengingatkan bahwa pelaksanaan vaksinasi tidak dengan serta merta memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Oleh karenanya, perilaku ketat untuk memberlakukan protokol kesehatan diri sendiri dan orang lain, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai
masker, harus tetap dipertahankan sampai situasi pandemi secara resmi diumumkan telah mereda,” tegasnya.

Terakhir Gultom menuturkan Allah telah mengaruniakan kita hikmat dan akal budi, serta hati yang bijaksana untuk menimbang hari-hari yang baik dan buruk di tengah pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020.

Dirinya menyebutkan kiranya dalam keberserahan kepada Allah, kita dikaruniai kesabaran dan ketahanan untuk menjalani tahun 2021 dalam rancangan agung Allah yang akan menuntun kita keluar dari situasi pandemi ini.

“Tetaplah bertekun dalam iman dan teguh dalam pengharapan, sambil tak lelah membela dan merawat kehidupan demi hormat dan kemuliaan Allah,” pungkasnya.

Penulis : DS | YES