IBC, Tuban – Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melakukan pengembangan Sistem Anjungan Pelayanan Mandiri (APM).

Sistem APM sendiri adalah alat yang digunakan untuk membuat surat pengantar warga secara mandiri dan pengoperasiannya menggunakan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan TiK Diskominfo Tuban, Agus Heru Purnomo, mengatakan bahwa pengembangan sistem tersebut dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Masyarakat Tuban yang akan mengurus surat pengantar cukup mendatangi mesin APM yang ada di kantor desa/kelurahan,” kata dia dalam keterangan resmi Diskominfo Tuban, Senin (4/1).

Secara teknis, kata Agus, masyarakat harus mendaftarkan e-KTP dan nomor telepon selulernya kepada petugas administrasi untuk mendapatkan PIN akses sistem.

“Proses ini hanya dilakukan sekali. Selanjutnya untuk pengurusan surat pengantar apapun cukup mendatangi mesin APM,” tandasnya.

Agus mengungkapkan, data sistem APM sudah diintegrasikan dengan Sistem Administrasi Kependudukan (SIAK) yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tuban.

Oleh sebab itu, bagi masyarakat yang akan melakukan pengurusan surat pengantar hanya tinggal menempelkan e-KTP nya di alat pembaca data e-KTP (NFC Reader) yang ada di mesin APM.

“selanjutnya memilih jenis surat yang dibutuhkan, untuk melacak keberadaan surat dan mendapat kode cetak, pemohon akan mendapatkan SMS dari sistem,” ungkap dia.

Menurut Agus, surat layanan yang dikeluarkan oleh mesin APM tersebut sudah sah dan memiliki kekuatan hukum. Sebab, penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan UU ITE Nomor 11 Tahun 2018 dan Peraturan Bupati Tuban Nomor 21 Tahun 2011.

“APM Tuban telah menggunakan tanda tangan elektronik dan sudah terdaftar di Balai Sertifikasi Elektronik (BSRE),” tuturnya.

Bahkan, lanjut Agus, surat yang dikeluarkan oleh sistem APM tersebut dapat dilakukan pengecekan keasliannya dengan mengakses aplikasi Tuban Smart City.

“Surat yang dihasilkan APM bisa dipindai dengan aplikasi Tuban Smart City, jadi masyarakat bisa memastikan keaslian surat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Sistem APM ini sudah diterapkan di Desa Socorejo Kecamatan Jenu pada tahun 2020 kemarin dan akan diterapkan di 70-an desa se Kabupaten Tuban pada tahun 2021 nanti.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Pemerintah Desa Kedungsoko Kecamatan Plumpang mengapreasi adanya pengembangan sistem APM tersebut.

Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum Pemdes Kedungsoko, Budiono menyampaikan, dengan adanya APM ini tentu akan memudahkan pelayanan bagi masyarakat agar lebih cepat dan akurat.

“Semoga dengan adanya APM pelayanan bagi masyarakat lebih cepat dan akurat,” ucapnya saat dihubungi via percakapan Whatsapp Selasa (5/1).

Penulis: HK|Editor: HK