IBC, TANGERANG – Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena mengungkap kondisi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu,9 Januari 2021 sore.

Irwin juga memastikan pesawat dalam kondi baik dan sudah terbang pergi-pulang ke Pontianak, sebelum lepas landas dari Jakarta sore ini.

“Kondisi pesawat dalam keadaan sehat, karena sebelumnya sudah terbang PP Pontianak,” jelasnya saat konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (9/1/2021).

Selanjutnya Irwin mengatakan tidak ada masalah dengan keadaan pesawat dan dalam keadaan baik.

“Jadi seharusnya tidak ada masalah, laporan maintenance juga semuanya lancar,” katanya.

Sementara itu Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan sedang mengumpulkan data dan informasi mengenai pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak tersebut.

“Kami sedang mengumpulkan data-data mengenai pesawat dan kru,” kata Soerjanto.

Soerjanto juga menjelaskan pesawat Boeing 737-500 tersebut diproduksi sejak 1994. Meski berumur, Soerjanto mengatakan tidak ada masalah dengan pesawat tersebut asalkan mendapat perawatan yang sesuai.

“Kalau pertanyaan umur, pesawatnya Boeing 737 S500, dibuat 1994 jadi kurang lebih 25-26 tahun, betapapun umurnya kalau pesawat itu dirawat sesuai regulasi, dalam hal ini dirjen perhubungan udara, maka tidak ada masalah,” tuturnya.

Sementara itu, Basarnas menyatakan tak ada sinyal emergency dari ELT (Emergency Locator Transmitter) yang dipancarkan pesawat.

“Ini nanti yang perlu kami crosscheck, kenapa tidak memancarkan,” kata Deputi Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Mayjen TNI Bambang Suryo Aji.

Bambang juga menyatakan bahwa seluruh ELT pesawat di Indonesia telah terdaftar di Basarnas. Namun, dalam kasus SJY-182, tidak memancarkan sinyal.

“Ketika pesawat lost-contact, di Puskodal kita di atas, (ELT) itu akan memancarkan sinyal. Itu menandakan terjadi crash terhadap pesawat tersebut. Tapi ini tidak memancarkan.” ujarnya.

Penulis : FA | YES