IBC, PANDEGLANG – Aliansi Mahasiswa Independen (AMI) menggelar orasi di depan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Jum’at (8/1/2021) siang.

Tampak sebuah spanduk putih besar bertuliskan ‘Audit Dana B.O.K 18M dan Anggaran JAMKESDA 23M’ terbentang seakan mewakili maksud dan tujuan dari kegiatan orasi tersebut.

Koordinator Lapangan (Korlap) Asep Munandar mengatakan terdapat 3 poin utama yang ingin AMI sampaikan.

“Poin pertama, AMI menuntut Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memblack list CV. Nabil Putra selaku pemenang tender Puskesmas Angsana,” ujar Asep dalam orasinya, Jum’at (8/1/12021).

Asep menambahkan menurut data yang diperoleh AMI, Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah megelontarkan dana sebesar 31,2 Miliar untuk pembangunan puskesmas di 5 kecamatan, di antaranya Kecamatan Sumur, Kecamatan Carita, Kecamatan Angsana, Kecamatan Panimbang dan Kecamatan Picung.

“Namun sayang disayangkan, bangunan puskesmas yang baru rampung November 2020 lalu mengalami kerusakan di bagian tembok penahan karena tanah longsor sebulan setelahnya. AMI menduga tidak kokohnya fondasi bangunan disebabkan pengerjaan bangunan yang asal jadi alias asal-asalan,” tambahnya.

Poin kedua, AMI meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Banten, untuk mengaudit kembali anggaran JAMKESDA T.A 2020 sebesar 23 Miliar, anggaran 5 Puskesmas Kabupaten Pandeglang yang dibangun di tahun 2020 dengan anggaran 31,5 Miliar terutama anggaran Puskesmas Angsana, dan anggaran DAK Non Fisik Puskesmas Se-Kabupaten Pandeglang T.A 2020.

“Yang terakhir kami meminta Bupati, wakil Bupati Pandeglang serta DPRD Pandeglang untuk mengevaluasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, PPK dan PPTK,” jelas Asep.

Menurut Asep banyak kegiatan yang diduga tidak bekerja maksimal dalam melakukan perencanaan, sehingga outputnya ialah kegagalan.

“Di lapangan kami temui masih banyak masyarakat yang mengeluh terkait pelayanan kesehatan dengan kurangnya tenaga medis, ketersediaan alat kesehatan yang belum memadai,” ungkapnya.

Diketahui, belasan mahasiswa yang tergabung ke dalam AMI ini berasal dari beberapa Universitas di Pandeglang seperti Universitas Mathla’ul Anwar, STISIP Banten Raya dan STIA Banten.

Penulis : ED | YES