IBC, JAKARTA – Jaksa Pinangki tersangka kasus suap dijatuhi tuntutan 4 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Tipikor, Senin (11/1/2021).

JPU menilai Pinangki terbukti melanggar 3 dakwaan. Pertama, Pinangki dinilai terbukti menerima suap senilai USD500.000 dari Djoko Tjandra terkait pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung.

Atas perbuatan itu, Pinangki dinilai melanggar Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor. Tuntutan yang ringan ini kemudian mendapat tanggapan dari Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie.

“Saya menilai tuntutan yang diberikan terhadap Jaksa Pinangki ini terlalu ringan atau tak sebanding dengan kasusnya. Keterlibatan jaksa Pinangki termasuk extra ordinary corruption,” kata Jerry melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi IBC di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Jerry menegaskan apalagi kasus ini melibatkan Joko Tjandra dengan kerugian triliunan uang negara. Ia menambahkan konspirasi Jaksa Pinangki dan hukumannya tak berbanding, padahal bisa saja tuntutannya 20 tahun penjara dan paling sedikit 8 tahun.

“Pinangki didakwa melakukan tiga perbuatan pidana, yaitu penerimaan suap, pencucian uang sekaligus pemufakatan jahat. Nah kalau kasus dengan hukuman 4 tahun terlalu ringan, apalagi dia seorang pejabat publik. Padahal Pinangki menerima suap Rp6,6 miliar,” tegasnya.

Dirinya membandingkan kasus Pinangki dengan Politisi Demokrat Angelina Sondakh yang divonis 17 tahun penjara.

“Kalau menurut saya hukumannya paling pas 12 tahun penjara,” pungkas Jerry.

Penulis : DS | YES