IBC, JAKARTA – Komjen. Pol. Listyo Sigit Prabowo resmi menjadi calon Kapolri tunggal setelah namanya diusung Presiden RI Joko Widodo ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Aktivis Reformasi 1998 yang tergabung dalam Barisan Rakyat Indonesia Kawal Demokrasi (Barikade 98) Aznil Tan menyambut positif usulan mantan ajudan Jokowi tersebut untuk menggantikan seniornya Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun 1 Februari 2021.

“Presiden Jokowi sudah tepat menunjuk Listyo sebagai Kapolri. Beliau adalah sosok yang bisa membangun kepolisian yang futuristik dan mejaga tatanan demokrasi negara kita yang berbudaya luhur,” kata Aznil Tan dalam rilisnya, Jumat, (15/1/2021).

Ia menilai Polri kedepan di bawah kepemimpinan Mantan Kapolres Solo tersebut juga bisa lebih cepat beradaptasi terhadap loncatan-loncatan besar perubahan tatanan dunia akibat makin berkembangnya revolusi industry 4.0. Pergeseran peradaban tersebut, lanjut Aznil, maka dibutuhkan pola layanan publik semakin canggih dan perilaku aparatur kepolisian berwatak futuristik.

“Ibarat bentuk rumah, calon Kapolri Listyo akan membangun rumah bergaya futuristik, dimana mampu beradaptasi setiap loncatan perkembangan revolusi industry 4.0. Sehingga watak penghuninya (aparatur kepolisian) sangat smart, cekatan, terukur keprofesionalannya dan terpercaya. Tidak ada lagi peluang berwatak urakan dan memanfaatkan kasus,” tegasnya.

Selain itu, ia menyakini sosok Listyo juga seorang yang mampu mengawal demokrasi Indonesia dan menciptakan iklim demokratisasi yang bernilai luhur. Terhadap kedudukan dan peranan Polri di era reformasi sebagai “penegak hukum” dan sebagai “pemelihara ketertiban” cenderung tidak akan terjadi penyalahgunaan pada masa kepemimpinan Listyo nanti.

“Demokrasi yang kami perjuangkan 1998 dulu pasti lebih baik lagi di masa Listyo nanti. Kebebasan berpendapat, berbicara dan bahkan mengkritisi pemerintah sekeras apapun pasti dijamin. Asal tetap dalam koridor nilai-nilai luhur bangsa kita. Kelompok pemecah belah kerukunan anak bangsa, intoleransi, dan berdemokrasi secara kriminal pasti tidak diberi ruang,” imbuh Aznil.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan, selanjutnya Calon Kapolri Komjen. Pol. Listyo Sigit Prabowo akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III. DPR akan memberikan persetujuan atau penolakan atas nama calon yang diajukan Presiden setelah uji kelayakan dan kepatutan.

“Restu dan doa kami pada Bapak Listyo agar fit and proper test berjalan sukses,” pungkas Aznil.

Penulis : FA|YES